BGN Ancam Tutup Dapur Gizi di Bogor Tanpa Sertifikat Sanitasi

BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Handayani, memberikan keterangan kepada wartawan terkait kewajiban Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. FOTO : BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COM Badan Gizi Nasional (BGN) memberi tenggat waktu selama 30 hari kepada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan setiap SPPG yang telah diresmikan tetap dapat beroperasi sembari mengurus sertifikat tersebut. Namun, operasional dapur gizi akan dihentikan apabila SLHS belum terbit dalam waktu satu bulan.

BACA JUGA :  Sarwendah Ingin Perselisihan dengan Ruben Onsu Segera Tuntas Demi Anak-anak

“Biasanya setelah satu bulan SLHS tidak keluar, maka operasinya harus dihentikan sampai SLHS itu keluar,” ujar Dadan.

Menurut dia, SLHS merupakan syarat wajib yang harus dimiliki setiap SPPG untuk memastikan standar kebersihan dan sanitasi terpenuhi. Adapun penerbitan sertifikat tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Itu wajib karena satu bagian yang harus dibenahi oleh SPPG dan yang mengeluarkannya Dinas Kesehatan,” kata dia.

BACA JUGA :  Penyakit Jantung Kini Tak Lagi Identik dengan Usia Tua, Kasus pada Usia Muda Semakin Meningkat

BGN juga meminta masyarakat turut mengawasi operasional dapur SPPG di lapangan. Warga diminta melapor melalui layanan 127 apabila menemukan dapur yang belum memiliki SLHS.

“Kami pastikan laporan itu ditindaklanjuti, makanya sekarang kita dorong agar semua dapur SPPG memiliki SLHS,” tutur Dadan.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================