
BOGORTODAY.COM – Menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Alisa Khadijah ICMI Bogor Raya berkolaborasi dengan RSUD Kota Bogor dan BKPSDM Kota Bogor menyelenggarakan workshop dan bedah buku interaktif.
Acara yang mengusung tema besar “MENTAL SEHAT, DI MASA EMAS!” dengan sub-tema “Creating Toxic-Free Environment at Work” ini berlangsung di Auditorium BSI, Jl. Pajajaran, pada Jumat (22/5/2026).
Kesehatan mental di lingkungan kerja kini menjadi isu krusial yang menuntut perhatian besar. Melalui workshop ini, pihak penyelenggara berupaya memberikan edukasi mengenai pentingnya menciptakan ekosistem kerja yang positif, suportif, dan bebas dari tekanan yang tidak sehat (toxic environment).
Mengupas Queen Bee Syndrome di Tempat Kerja
Agenda utama acara ini adalah bedah buku “Fractured Sisterhood” yang dipandu langsung oleh penulisnya, Dr. Irianti Usman, M.A., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Sosial Humaniora Universitas Muhammadiyah Bandung.
Dalam paparannya, Dr. Irianti menyoroti fenomena kompetisi toksik antarperempuan di dunia kerja yang sering kali dianggap lumrah. Menurutnya, tindakan seperti bergosip, mengisolasi, hingga mencuri ide sebenarnya melawan fitrah asli wanita yang seharusnya saling mendukung dan melindungi.
Karakter fitrah ini kerap terkikis karena mayoritas organisasi masih menggunakan standar maskulin dalam memimpin, sehingga memicu rasa tidak aman (insecure) pada pekerja perempuan.
“Ketika melihat ada perempuan lain yang berpotensi bersinar, muncul kekhawatiran posisi mereka akan tergeser. Akhirnya terjadilah fenomena Queen Bee Syndrome, di mana mereka menyerang secara pasif-agresif untuk mempertahankan jabatan dengan segala cara,” ujar Dr. Irianti kepada Bogortoday.com
Sebagai solusi, berdasarkan riset terhadap 120 studi kasus, Dr. Irianti merumuskan Metode SAFE, yaitu S (Safe Space) Membuka ruang aman bagi wanita untuk menceritakan tekanan yang dialami. A (Amanah) Pemimpin harus memberikan contoh yang amanah kepada bawahan. F (Fairness) Menegakkan keadilan dalam sistem organisasi. E (Empathy) Menubuhkan empati untuk memahami latar belakang tindakan perundungan.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















