HARUSNYA SEMUA GURU BISA ASN

Sedangkan anggaran terbesar APBN tahun  2026 adalah: Badan Gizi Nasional yang mencapai Rp 268 triliun, melonjak signifikan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, Kemhan (Rp 187,1 T), Polri (Rp 146,05 T), Kemen PU (Rp 118,5 T), Kemenkes (Rp 114 T), Kemenag (Rp 88,89 T), Kemensos (Rp 84,44 T), Kemendiktisaintek (Rp 61,87 T), Kemendikdasmen (Rp 56,68 T), dan Kemenkeu (Rp 52,01 T).

Penulis prihatin  melihat anggaran APBN 2 tahun berturut-turut bidang pendidikan kalah dari bidang lain. Dengan kata lain, pemerintah menganggap bidang pendidikan tidak penting. Padahal kemajuan suatu bangsa itu tidak bisa lepas dari majunya bidang pendidikan.

BACA JUGA :  Resep Sayur Nangka Bumbu Merah Pedas, Gurih Santan dan Bikin Nagih

Ingat pasca Hiroshima dan Nagasaki di bom oleh Sekutu, apa kata-kata pertama dari seorang Kaisar Jepang, Kaisar Jepang ini bertanya”Berapa jumlah guru yang masih hidup?”. Yang ditanya bukan tentara, dokter, hakim, pedagang atau pengacara, tapi guru.

Jadi solusinya sangat mudah, yaitu rubah saja posisi bidang pendidikan menjadi yang terbesar pada tiap APBN, beres kan. Tapi tetap dengan menjaga mutu guru dengan rekrutmen guru yang ketat dan transparan. Jika perlu guru yang tidak lolos tes ASN, dimutasi menjadi tenaga kependidikan, atau bagian lain.

BACA JUGA :  DPRD Jabar Soroti Polemik Lahan Gunung Salak, Makelar Tanah dan Villa Liar Jadi Sasaran Penertiban

Jadi seorang guru harus benar-benar profesional dan berkualitas, sehingga guru menjadi profesi yang bergengsi, mulia dan dihormati masyarakat. Jayalah Indonesiaku

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================