Gigi Goyang Bisa Jadi Tanda Diabetes, Ini Penjelasan Dokter

Syanti menegaskan bahwa kondisi gigi goyang pada orang dewasa berbeda dengan anak-anak yang sedang mengalami pergantian gigi. Pada orang dewasa, gigi goyang hampir selalu menandakan adanya gangguan kesehatan tertentu.

Selain diabetes, sejumlah faktor lain juga dapat memicu gigi goyang, seperti cedera atau trauma, penyakit gusi (periodontitis), serta kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berujung pada tanggalnya gigi secara permanen.

“Prevalensi penyakit gusi di Indonesia masih sangat tinggi, mencapai sekitar 74 persen, dan lebih sering terjadi pada perempuan. Karena itu, periodontitis tidak boleh dianggap sepele,” tambah Syanti.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Menguat, Naik Rp11.000 per Gram pada Perdagangan 5 Juni 2026

Penanganan gigi goyang pada orang dewasa membutuhkan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter gigi. Terapi akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan, mulai dari pembersihan karang gigi (scaling), pemasangan penyangga gigi (splinting), hingga tindakan bedah periodontal.

Setelah pemeriksaan, dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa langkah perawatan, seperti menstabilkan gigi yang goyang, membersihkan plak dan karang gigi, memperbaiki jaringan pendukung gigi, serta menyesuaikan gigitan agar tekanan lebih merata.

Gigi goyang masih bisa diperbaiki dengan penanganan yang tepat. Deteksi dan perawatan sejak dini sangat penting untuk mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari,” ujar Syanti.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan gusi melalui kebiasaan sehari-hari, termasuk mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar, rutin melakukan scaling setiap enam bulan, menghindari kebiasaan menggertakkan gigi, serta menjaga pola hidup sehat.

“Kebiasaan sederhana ini bukan hanya menjaga kesehatan gigi dan gusi, tetapi juga berkontribusi besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan,” tutup Syanti.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================