
Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit yang disebabkan oleh diabetes juga bisa memperparah kram. Penanganan yang tepat melibatkan pengelolaan gula darah dan pemeriksaan rutin ke dokter.
- Penyakit Arteri Perifer (PAD)
PAD terjadi saat pembuluh darah menyempit karena aterosklerosis, yaitu penumpukan plak lemak di arteri. Penyempitan ini mengurangi aliran darah ke kaki, menimbulkan rasa lemas, nyeri, mati rasa, hingga kram.
Selain aterosklerosis, faktor seperti pembekuan darah dan cedera juga dapat memicu PAD. Bila sering mengalami kram yang disertai nyeri saat berjalan, segera lakukan pemeriksaan medis.
- Osteoartritis
Osteoartritis adalah jenis arthritis yang membuat sendi mengalami degenerasi, sehingga terasa kaku dan nyeri. Kondisi ini juga dapat menimbulkan kram atau kejang otot, terutama jika peradangan terjadi di tulang belakang dan menekan saraf.
Biasanya, kram akibat osteoartritis muncul bersama kekakuan sendi, terutama setelah bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak.
- Hipotiroidisme
Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon dalam jumlah cukup. Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan gangguan saraf dan otot, termasuk kram kaki, sensasi kesemutan, hingga mati rasa.
Penanganannya memerlukan terapi hormon sesuai anjuran dokter agar fungsi tubuh kembali stabil dan gejala dapat mereda.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan abaikan kram kaki yang terjadi terlalu sering, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti mati rasa, pembengkakan, atau kelemahan otot. Kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang lebih serius.
Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Deteksi dini akan membantu mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidupmu tetap optimal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















