Ariana Grande Kecam Gedung Putih karena Gunakan Lagunya dalam Video Penangkapan Imigran

BOGORTODAY.COM – Penyanyi pop internasional Ariana Grande melontarkan kritik tajam kepada Gedung Putih setelah salah satu lagunya digunakan dalam video yang menampilkan operasi penangkapan imigran oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) Amerika Serikat.

Kontroversi tersebut bermula ketika akun resmi Gedung Putih mengunggah sebuah video di TikTok yang menampilkan proses penegakan hukum terhadap imigran ilegal. Dalam video itu, terdengar lagu bye yang dirilis Ariana Grande pada 2024 sebagai latar musik.

Mengetahui karyanya digunakan untuk konten tersebut, Ariana langsung menyampaikan keberatannya melalui kolom komentar video yang bersangkutan. Pelantun We Can’t Be Friends itu menegaskan bahwa ia tidak ingin musiknya dikaitkan dengan kebijakan atau tindakan yang menurutnya tidak manusiawi.

Dalam komentarnya, Ariana mengecam penggunaan lagunya dan menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. Ia juga secara terbuka menyampaikan penolakannya terhadap ICE.

Tim Ariana Minta Audio Dihapus

Menurut laporan Variety, pihak Ariana Grande mengonfirmasi bahwa komentar tersebut memang ditulis langsung oleh sang penyanyi. Namun, karena alasan tertentu, komentar itu tidak lagi terlihat secara publik di platform tersebut.

BACA JUGA :  Kenali Gejala Kanker Usus Besar dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan

Selain itu, tim Ariana juga dikabarkan berupaya agar audio lagu yang digunakan dalam video tersebut dihapus. Tidak lama setelah protes itu mencuat, musik bye akhirnya tidak lagi terdengar dalam unggahan video yang dipermasalahkan.

Gedung Putih Beri Respons

Pernyataan Ariana Grande kemudian mendapat tanggapan dari Gedung Putih melalui juru bicara Abigail Jackson. Dalam responsnya, Jackson membela kebijakan pemerintah terkait penegakan hukum imigrasi dan menyatakan bahwa pihak yang dianggap melakukan tindakan tidak manusiawi justru adalah para pelaku kejahatan yang masuk secara ilegal ke Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk melindungi warga negara Amerika dari ancaman kriminalitas yang menurutnya dilakukan oleh sebagian imigran tanpa dokumen resmi.

Kritik Ariana terhadap Pemerintahan Trump Bukan Hal Baru

Sikap Ariana Grande terhadap isu politik dan sosial sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Selama beberapa tahun terakhir, ia dikenal cukup vokal menyuarakan pandangannya terkait berbagai kebijakan pemerintah Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Penjualan Umum Tiket Konser BTS Jakarta 2026 Dibuka, ARMY Bersiap Berebut Kursi di SUGBK

Pada 2025, Ariana sempat membagikan ulang sejumlah unggahan yang mengkritik kebijakan penggerebekan imigran oleh ICE. Ia juga pernah menyuarakan penolakannya terhadap retorika yang dianggap diskriminatif terhadap kelompok transgender serta berbagai isu yang dinilai mengancam nilai-nilai demokrasi.

Aktif Mendukung Kandidat Demokrat

Dalam arena politik Amerika Serikat, Ariana Grande diketahui memberikan dukungan kepada kandidat Partai Demokrat, Kamala Harris, pada Pemilihan Presiden 2024.

Jauh sebelumnya, penyanyi peraih Grammy tersebut juga pernah tampil dalam acara resmi di Gedung Putih pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama. Saat itu, Ariana ikut memeriahkan acara bertajuk In Performance at the White House: Women of Soul yang digelar pada 2014.

Kontroversi terbaru ini kembali menunjukkan bagaimana hubungan antara dunia hiburan dan politik kerap beririsan. Bagi Ariana Grande, penggunaan karya musik tanpa persetujuan dalam konteks yang bertentangan dengan nilai yang ia yakini menjadi sesuatu yang tidak dapat ia terima begitu saja.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================