
Proses dekomposisi alami dari lubang biopori ini nantinya akan menghasilkan dua manfaat sekaligus, yaitu pupuk padat dari sisa padatan organik dan pupuk cair dari hasil penguraian. Keduanya akan digunakan kembali untuk mendukung program penghijauan di area rumah sakit.
Komitmen Mewujudkan Rumah Sakit Ramah Lingkungan
Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., menegaskan dukungannya terhadap program ini sebagai bagian dari visi besar rumah sakit yang ramah lingkungan.
”Kami mendukung penuh pengelolaan sampah organik melalui biopori ini. Ini adalah komitmen nyata rumah sakit dalam menjaga kelestarian alam serta mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar dr. Vitrie.
Melalui gerakan ini, RSUD Leuwiliang berharap dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, sekaligus mengedukasi seluruh pegawai untuk lebih peduli terhadap pengelolaan lingkungan dari lingkup terkecil.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














