“Bogor Belum Selesai Ditulis”, Karya Sastra untuk Kabupaten Bogor

Bogor Belum Selesai Ditulis
Rifky Khairy. FOTO : IST.

BOGORTODAY.COM – Sebagai daerah dengan populasi terbesar di Jawa Barat, Kabupaten Bogor menyimpan kekayaan alam, jejak sejarah, dan keragaman tradisi budaya yang melimpah. Meski demikian, masih sangat sedikit karya tulis yang berusaha mendokumentasikan keragaman tersebut secara komprehensif dalam satu buku.

Ketimpangan inilah yang menginspirasi Rifky Khairy untuk menulis Bogor Belum Selesai Ditulis, sebuah buku yang diterbitkan oleh Forepoe Id Creative Chapter, dan dirilis Juni 2026, tidak lama setelah Kabupaten Bogor merayakan hari jadinya ke-544.

Dalam 194 halaman, penulis berupaya melakukan sesuatu yang berbeda dari tren umum buku-buku bertema nasional atau isu perkotaan, menjadikan Kabupaten Bogor sendiri sebagai fokus utama cerita. Dengan memadukan unsur sastra, data statistik, catatan sejarah, analisis budaya, isu lingkungan, dan refleksi sosial ke dalam satu narasi yang utuh, buku ini menghadirkan perspektif yang unik.

BACA JUGA :  Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Ratusan Warga Desa Parakan Muncang Terdampak

Melalui pendekatan ini, buku tersebut berupaya menggeser pandangan masyarakat terhadap Kabupaten Bogor. Wilayah ini tidak hanya digambarkan sebagai destinasi wisata atau daerah penyangga Jakarta, tetapi juga sebagai ruang hidup yang terbentuk dari interaksi antara alam, budaya, sejarah, dan dinamika masyarakatnya.

Rifky Khairy menjelaskan motivasi di balik karyanya tersebut.

“Bogor punya begitu banyak cerita yang layak diketahui. Ada alam, budaya, sejarah, masyarakat, dan kehidupan warganya yang membentuk identitas daerah ini. Buku ini merupakan upaya untuk merekam sebagian dari cerita-cerita tersebut,” ujarnya.

Yang membedakan buku ini dari karya-karya sejenis adalah metode penyatuan unsur sastra dengan dokumentasi kondisi sosial. Selain menyajikan rangkaian puisi, isi buku ini juga mengangkat berbagai aspek kehidupan lokal, mulai dari potensi alam, keunikan bahasa dan budaya setempat, peristiwa sejarah, hingga keberadaan satwa endemik seperti owa jawa dan surili.

BACA JUGA :  Kebiasaan Penumpang yang Kerap Membuat Pramugari Kesal, Nomor 3 Paling Sering Terjadi

Upaya dokumentasi semacam ini semakin relevan di tengah pesatnya pembangunan yang terjadi di Kabupaten Bogor. Harapannya, kehadiran buku ini juga dapat mendorong minat literasi serta memperluas kesadaran masyarakat akan kekayaan daerah tersebut.

Sejalan dengan judulnya, Bogor Belum Selesai Ditulis menegaskan bahwa kisah Kabupaten Bogor tidak akan pernah benar-benar selesai, selalu ada bagian-bagian baru yang tumbuh dan menanti untuk dituliskan. ***

Bagi Halaman

Editor : Admin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================