
Sekda Ajat menyampaikan, tantangan yang dihadapi keluarga saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta dinamika global. Karena itu, ketahanan keluarga menjadi aspek yang tidak dapat ditawar sebagai benteng utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Ahat melanjutkan, Mendukbangga juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah berada pada momentum bonus demografi yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah bangsa. Peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimulai sejak dini melalui lingkungan keluarga.
“Ketangguhan keluarga bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Bonus demografi hanya akan menjadi berkah apabila kita mampu menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki ketahanan mental. Semua itu berawal dari keluarga,” ujar Ajat.
Selain itu, Menteri mengajak seluruh orang tua, khususnya para ayah, untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam proses pengasuhan anak. Menurutnya, kehadiran ayah tidak hanya dibutuhkan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan teladan dalam membangun karakter anak.
“Peran ayah tidak berhenti sebagai pencari nafkah. Kehadiran fisik, kedekatan emosional, dan keterlibatan dalam pengasuhan merupakan investasi besar untuk membentuk karakter dan masa depan anak-anak Indonesia,” tandasnya.
Dengan keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas, diharapkan lahir sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman sekaligus menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















