Perlemakan Hati Tak Hanya Dipicu Pola Makan, Dokter Ungkap Peran Genetik hingga Polusi Udara

Polusi Udara Juga Dikaitkan dengan Fatty Liver

Selain faktor internal, lingkungan tempat tinggal juga disebut memiliki pengaruh terhadap risiko penyakit ini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami perlemakan hati.

Beberapa jenis polutan seperti partikel halus PM2.5, PM10, nitrogen oksida (NOx), asap rokok pasif, hingga polusi dari pembakaran bahan bakar padat diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan hati.

Bahkan, dampak paparan PM2.5 dilaporkan lebih besar terjadi di negara berkembang dibandingkan negara maju. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas udara yang buruk dapat menjadi salah satu faktor yang mempercepat terjadinya gangguan metabolik, termasuk fatty liver.

Faktor Genetik Masih Terus Diteliti

BACA JUGA :  Bayi Sering Berkeringat Saat Menyusu? Jangan Anggap Sepele, Bisa Menjadi Tanda Penyakit Jantung Bawaan

Di sisi lain, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes RSCM, dr. Dicky Levenus Tahapary, mengatakan bahwa berbagai penelitian di luar negeri telah menemukan adanya hubungan antara faktor genetik dan perlemakan hati.

Namun, hasil penelitian yang sedang dilakukan tim RSCM terhadap sekitar 4.500 pasien diabetes belum menunjukkan bukti yang kuat mengenai keterkaitan tersebut.

Dalam penelitian tersebut, sekitar 50 hingga 70 persen pasien diabetes diketahui mengalami perlemakan hati. Meski demikian, hubungan langsung dengan faktor genetik masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Menurut Dicky, pemahaman mengenai faktor keturunan diharapkan dapat membantu dokter mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami komplikasi lebih berat, seperti fibrosis hingga sirosis hati.

BACA JUGA :  Pola Makan Pengaruhi Risiko Batu Ginjal, Batasi Makan Ini

Gaya Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci

Meskipun penyebab perlemakan hati sangat beragam, para ahli sepakat bahwa penerapan gaya hidup sehat tetap menjadi langkah utama dalam pencegahan.

Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur yang cukup, serta mengendalikan penyakit metabolik seperti diabetes dan kolesterol tinggi dapat membantu menurunkan risiko terjadinya penumpukan lemak di hati.

Dengan semakin banyaknya penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi fatty liver, masyarakat diharapkan tidak lagi menganggap penyakit ini semata-mata disebabkan oleh pola makan. Pendekatan yang menyeluruh terhadap kesehatan tubuh menjadi kunci untuk menjaga fungsi hati tetap optimal.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================