
Kolaborasi lintas sektor ini terwujud atas dukungan dari Pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH lewat program GIZ ClimB dan pendanaan dari internation climate initiative (IKI). Kemitraan strategis tersebut berfokus pada penguatan kapasitas teknis aparatur daerah agar mampu menerjemahkan komitmen global menjadi aksi nyata di lapangan.
“Kemitraan GIZ mendukung penuh penguatan kapasitas kelembagaan menuju pembangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Aplikasi AKSARA memiliki peran strategis dalam mengubah catatan administratif aksi penurunan emisi menjadi basis data yang valid untuk memperkuat daya saing ekonomi dan terhadap iklim. Penguatan kapasitas daerah ini krusial demi mewujudkan pembiayaan hijau yang tepat sasaran,” ujar Karin Cristina Allgoewer, Comission Manager Climate and Biodiversity Hub Indonesia, GIZ Indonesia & ASEAN.
Karin menambahkan, “AKSARA dikembangkan atas dukungan teknis dan pendanaan dari Pemerintah Jerman melalui GIZ sebagai bagian dari kemitraan strategis jangka panjang antara Indonesia dan Jerman dalam mempercepat transisi energi hijau dan pembangunan ekonomi rendah karbon. Melalui dukungan ini, GIZ membantu memperkuat penyusunan metodologi penghitungan emisi Gas Rumah Kaca yang akurat dan berstandar internasional, integrasi sistem pemantauan, peningkatan kapasitas daerah, serta transisi menuju sistem pelaporan penurunan emisi yang lebih transparan sesuai komitmen Paris Agreement dan standar Enhanced Transparency Framework. Dengan fondasi tersebut, AKSARA diharapkan dapat menjadi instrumen penting bagi Indonesia dalam memperkuat perencanaan, pemantauan, dan pelaporan aksi mitigasi perubahan iklim secara lebih terukur, terintegrasi, dan akuntabel.”
Hasil lokakarya menunjukkan bahwa kualitas data pelaporan dari daerah menjadi penentu kunci atas efektivitas kebijakan fiskal dan investasi hijau di masa mendatang. Target nasional bermakna jika dan hanya jika dapat diterjemahkan menjadi aksi yang terukur dan sistematis di tingkat daerah. Melalui platform AKSARA dan modul CONNECT, pemerintah nantinya akan membangun fondasi data pembiayaan dan penurunan emisi yang transparan, bahkan di tengah keterbatasan fiskal daerah sekalipun.
Selama tiga hari pelaksanaan lokakarya, peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis – seperti sektor lahan (kehutanan dan pertanian), energi, transportasi, hingga pengelolaan limbah – akan dibekali simulasi langsung penginputan data emisi dan uji coba perhitungan Indeks Ekonomi Hijau. Langkah ini diharapkan mampu menghilangkan ego sektoral dan mempercepat sinkronisasi data dengan Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI).
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















