
Sebagian anak mengalami tungkai yang membengkok akibat tulang tidak mampu menopang pertumbuhan tubuh secara optimal. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan berjalan dan aktivitas sehari-hari jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Penanganan Harus Melibatkan Banyak Dokter
Gabriel menjelaskan bahwa penanganan osteogenesis imperfecta tidak cukup dilakukan oleh dokter ortopedi saja.
Anak dengan kondisi ini memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai tenaga medis, seperti dokter spesialis endokrin anak, dokter tumbuh kembang, ahli gizi, dokter rehabilitasi medik, hingga fisioterapis.
Tujuannya bukan hanya menangani patah tulang yang sudah terjadi, tetapi juga meningkatkan kekuatan tulang agar risiko patah berulang dapat dikurangi.
Terapi Disesuaikan dengan Kondisi Pasien
Pengobatan osteogenesis imperfecta dilakukan sesuai tingkat keparahan penyakit.
Pasien dapat memperoleh terapi berupa pemberian vitamin D dosis tinggi, suplemen kalsium, maupun obat-obatan yang berfungsi meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang. Selain itu, program rehabilitasi dan latihan fisik juga berperan penting untuk membantu mempertahankan kemampuan bergerak serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Dengan penanganan yang tepat, banyak anak dengan osteogenesis imperfecta tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
Orang Tua Perlu Waspada
Dokter mengingatkan agar orang tua tidak mengabaikan kondisi anak yang berulang kali mengalami patah tulang tanpa penyebab yang jelas.
Apabila anak sering mengalami patah tulang akibat benturan ringan atau bahkan tanpa cedera, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosis yang dilakukan sejak dini memungkinkan pasien memperoleh terapi yang sesuai sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berlangsung lebih optimal.
Meski osteogenesis imperfecta belum dapat disembuhkan sepenuhnya, penanganan yang komprehensif mampu meningkatkan kualitas hidup penderita. Dengan dukungan medis, terapi yang berkelanjutan, serta pendampingan keluarga, anak dengan osteogenesis imperfecta tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan hidup lebih mandiri.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















