Musim Kemarau Meluas, Wabup Bogor Ajak Warga Hemat Air dan Waspadai Krisis Air Bersih

‎Jaro Ade juga mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan cadangan air bersih, memanfaatkan tandon atau toren air yang telah disediakan pemerintah daerah, memperbaiki kebocoran pipa dan keran, serta menggunakan kembali air bekas pakai yang masih layak, seperti air cucian sayur, untuk menyiram tanaman.

‎Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di wilayah Kabupaten Bogor diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan berpotensi berlangsung hingga November atau Desember 2026.

BACA JUGA :  Komitmen Rudy Susmanto Berbuah Prestasi, Kabupaten Bogor Raih Warta Kota Award 2026

‎Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Bogor bersama Dinas Permukiman telah menyiapkan sekitar 190 unit tandon atau toren air yang disebar ke sejumlah wilayah rawan kekeringan, termasuk Kecamatan Nanggung dan Jonggol.

‎Pemerintah Kabupaten Bogor, kata Jaro Ade, akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan dan memastikan distribusi air bersih berjalan optimal ke wilayah-wilayah terdampak.

BACA JUGA :  Bogor Koi Show 2026 Sukses Digelar, Diikuti 1.517 Ikan Koi Terbaik dari Seluruh Indonesia

‎“Pemerintah daerah akan terus hadir dan bergerak cepat. Namun, kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menghemat air agar dampak kekeringan dapat diminimalkan,” tuntasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================