
Makam Kuno dengan Ritual Lidah Emas
Penemuan lain terjadi di situs Marina el-Alamein, sekitar 100 kilometer dari Alexandria. Di lokasi tersebut, tim arkeolog menemukan 18 makam kuno yang menyimpan berbagai artefak pemakaman, termasuk lembaran emas berbentuk lidah.
Sebanyak 24 keping emas tipis ditemukan ditempatkan di bagian mulut jenazah. Artefak yang dikenal sebagai golden tongues atau lidah emas tersebut berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Mesir kuno tentang perjalanan roh menuju alam setelah kematian.
Menurut kepercayaan saat itu, lidah emas diyakini memberikan kemampuan berbicara kepada orang yang telah meninggal ketika menghadapi kehidupan akhirat. Salah satu keping emas yang ditemukan juga memiliki simbol Mata Horus, lambang yang dikaitkan dengan perlindungan dan kesejahteraan.
Dari keseluruhan makam yang ditemukan, 11 di antaranya dibuat dengan cara dipahat langsung ke dalam batu dengan kedalaman sekitar delapan meter. Sementara tujuh makam lainnya dibangun menggunakan batu kapur di permukaan tanah.
Kompleks Marina el-Alamein hingga kini telah menghasilkan puluhan makam yang menunjukkan perpaduan budaya Mesir dan Yunani-Romawi. Hal tersebut memperlihatkan adanya interaksi berbagai tradisi yang berkembang di kawasan tersebut.
Selain lidah emas, arkeolog menemukan sarkofagus berbahan granit sepanjang sekitar 2,4 meter yang masih menyimpan kerangka manusia. Sisa tulang tersebut akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui identitas dan kondisi orang yang dimakamkan.
Berbagai artefak lain yang ditemukan meliputi patung Dewi Aphrodite berbahan marmer, ukiran batu kapur bergambar seorang pria memegang burung, patung sphinx dari plester, hingga peralatan ritual pemakaman.
Situs Marina el-Alamein pertama kali ditemukan pada 1986 dan diyakini merupakan bagian dari kota pelabuhan kuno Leukaspis yang berkembang sejak abad ke-2 sebelum Masehi hingga abad ke-4 Masehi.
Perbedaan bentuk makam yang ditemukan, mulai dari ruang bawah tanah hingga makam di permukaan, menunjukkan adanya perbedaan status sosial masyarakat pada masa tersebut. Temuan ini menjadi bukti bahwa wilayah Mesir memiliki sejarah panjang sebagai pusat pertemuan berbagai kebudayaan dunia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















