Asyik ngamar
Ilustrasi penggerebegan

BOGOR-TODAY.COM, BOGORAsyik ngamar di rumah susun pasangan muda-mudi di kawasan Somang, Parungpanjang, Kabupaten Bogor digerebeg jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Unit Kecamatan Parungpanjang. Petugas temukan alat kontrasepsi dan minuman keras (miras).

Dadang Kosasih, Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban exofficio Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Parungpanjang menjelaskan bahwa penggerebegan itu berawal dari laporan masyarakat atas dugaan dua lokasi rumah warga yang dijadikan tempat prostusi. Di antaranya, di jalan Mataram 3 Perum Sentra Land Desa Parungpanjang dan satu rumah susun yang berada di wilayah Somang, Desa Parungpanjang yang tak jauh dari lokasi pertama.

“Operasi penertiban itu dilakukan malam hari dan menyasar satu rumah yang dilaporkan warga jadi tempat prostitusi online.Lokasi pertama satu rumah di Jalan Mataram 3 Perum Sentra Land. Di sana, kami temukan alat kontraspesi dan miras,” ungkap Dadang kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

BACA JUGA :  Charger Ponsel Dibiarkan Tercolok Terus di Stopkontak, Amankah? Ini Penjelasannya

Namun, sambung Dadang di lokasi tersebut pihaknya tidak ditemukan pemilik dan pengunjung karena rumah yang diduga sebagai tempat prostitusi dalam kondisi kosong.

Selanjutnya, ia mendatangi satu rumah susun yang berada di wilayah Somang, Desa Parungpanjang yang tak jauh dari lokasi pertama.

Di rumah susun ini, petugas mendapati pasangan muda mudi bukan suami istri yang sedang berada di dalam salah satu kamar.

“Kedua muda-mudi ini langsung diamankan dan dibawa petugas ke kantor kecamatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Begitupun sejumlah barang bukti lainnya dari kedua tempat tersebut langsung diamankan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Atas kejadian itu, Dadang menegaskan, petugas langsung menutup permanen kedua lokasi yang diduga jadi tempat prostitusi tersebut. Kata dia, kedua lokasi ini telah banyak dilaporkan warga masyarakat karena meresahkan.

“Praktek prostitusinya kebanyakan via media sosial atau online dan dua lokasi ini dijadikan tempat transaksi. Kami bisa pastikan kedua pemilik tempat ini akan diproses dan diberikan tindakan tegas sesuai aturan yang ada,” tandasnya.

Sementara itu, warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bukan rahasia umum lagi, jika warga sekitar, bahkan warga Desa Parungpanjang sudah tahu jika dua lokasi itu kerap dijadikan tempat mesum.

“Selain tempat mesuk juga sering dijadikan pesta minuman keras. Masyarakat di sini memang sudah resah,” pungkasnya.(B. Supriyadi).

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================