GILA! HUNIAN TEPI JURANG YANG MENANTANG

Untitled-1Open Platform for Architecture (OPA) benar-benar out of the box. Idenya membangun hunian di tepi jurang memang gila, namun cukup futuristik. Dinamakan Casa Brutale, pihaknya membangun konsep rumah tinggal di tepi jurang yang menghandap lautan serta beratapkan kolam renang. Seperti apa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Casa brutale meru­pakan kesatuan dari kesederhanaan dan harmoni dalam se­buah arsitektur kontemporer. Melalui casa brutale, OPA berharap mampu menyatu­kan nilai-nilai estetika, struk­tur, fungsi dan teknik pembangunan dalam sebuah hunian atau tempat tinggal.

Dibangun di tepi jurang dekat Laut Aegean, Yuna­ni, casa brutale “berse­mayam” di dalam bumi dan terbungkus indah oleh per­mukaan sekitarnya. Meski terkesan penuh inovasi dan improvisasi, casa brutale dibangun berdasarkan ba­han-bahan sederhana seperti kayu, kaca, dan beton baku.

BACA JUGA :  Waspada Bahaya Tawon dan Cara Ampuh Mengusirnya dari Rumah

OPA fokus pada lanskap dan laut yang menjadi pe­mandangan utamacasa bru­tale. Selain itu, desainnya yang berada “di dalam” tanah membuat bangunan ini tidak meluas di atas permu­kaan tanah, sebaliknya jus­tru memberikan batasan pada fasad tunggal yang membelah tebing secara vertikal.

Selain pemandangan laut, casa brutale juga me­miliki atap berupa kolam renang terbuat dari kristal dengan kaca bertulang. Ba­gian bawah yang mengilap berfungsi sebagai sebuah cahaya langit (skylight) yang masuk melalui sela air di kolam renang. Selain sebagai bahan kolam renang, kaca besar juga digunakan untuk menutupi keseluruhan fasad di tepi jurang.

Ada sekitar 50 anak tang­ga yang digunakan sebelum mencapai bagian bawah ru­mah. Bagian bawah merupa­kan bagian utama dari casa brutaledengan desain tinggi dan pintu putar berbahan kayu.

BACA JUGA :  Tragedi Camping di Temanggung Jadi Pengingat Pentingnya Keselamatan Penggunaan Kompor Portabel

Di bagian dalam casa bru­tale terlihat terbuka dan be­gitu sederhana. Sebuah meja makan beton dan seperang­kat tempat duduk berbahan sama terlihat serasi dengan permukaan kayu di tempat duduknya. Kesederhanaan se­makin terlihat dengan adanya sebuah perapian di belakang kursi tersebut.

Sebuah tangga baja tipis dibuat mengarah dari dapur ke mezanin yang sengaja dirancang untuk kamar tidur utama. Seperti perabotan lainnya, bingkai tempat tidur terbuat dari beton dan kayu serta dinding kaca meningkatkan permainan cahaya dan bayangan di dalam ru­mah. Di lantai utama ter­dapat ruang tamu dengan lorong kecil yang mengarah pada tempat penyimpanan dan kamar mandi. (KPS)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================