SOLUSI UNTUK PENGGANTI UN YANG LEBIH ADIL

Heru B Setyawan

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

ABDUL Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengaku sedang melakukan kajian untuk penerapan UN. “Masih dalam proses pengkajian,” kata Mu’ti  (5/11). Ia mengatakan tidak mungkin melakukan perubahan suatu kebijakan pendidikan di tengah tahun ajaran.

UN dihapuskan dalam kurikulum Merdeka yang diterapkan oleh Mas Nadim Makarim. Sekarang di masyarakat ramai lagi, ada yang pro dan ada kontra  jika UN  diberlakukan lagi.

BACA JUGA :  Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu Diupayakan Damai, Pertemuan Dijadwalkan Juli 2026

Inilah dampak positif dari UN, menurut Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian menilai penerapan kembali UN dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memetakan perkembangan pendidikan di Indonesia.

Dampak positif yang lain adalah UN berdampak pada peningkatan motivasi siswa dan guru dalam proses pembelajaran dan meningkatnya partisipasi orang tua dalam memotivasi anaknya untuk dapat terus giat belajar.

BACA JUGA :  BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Kapan Suku Bunga KPR Ikut Menyesuaikan?

Sedangkan dampak negatif dari UN adalah suasana murid, guru dan orang tua menjadi mencekam, karena UN dijadikan syarat untuk kelulusan murid. Banyak kecurangan yang dilakukan pihak sekolah, yang penting muridnya lulus, sehingga ada istilah tim sukses UN.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================