BOGORTODAY.COM – Partai berkuasa Korea Selatan, People Power Party (PPP), kini tengah membahas kemungkinan pengunduran diri Presiden Yoon Suk Yeol setelah memicu krisis politik akibat pemberlakuan darurat militer pada awal Desember 2024.
Ketua satgas yang mengurusi pengunduran diri presiden, Lee Yang Soo, mengungkapkan bahwa tim yang dibentuk PPP pada 9 Desember 2024 telah mengusulkan agar Yoon mundur pada Februari atau Maret 2025. Mereka juga mengusulkan agar pemilu diadakan pada April 2025, dua bulan setelah pengunduran diri Yoon.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa (10/12), Lee menjelaskan bahwa meskipun pembahasan pengunduran diri ini sudah dimulai, partai belum mencapai kesimpulan final. Rencana ini masih akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan dengan anggota parlemen PPP yang dijadwalkan pada sore hari itu.
“Kami belum mencapai kesimpulan di seluruh partai dan akan mengadakan pertemuan lagi dengan semua anggota Parlemen pada sore hari untuk membahas rencana itu,” ujar Lee kepada awak media.
Meskipun menurut jadwal Yoon seharusnya masih menjabat hingga 2027, situasi politik di Korea Selatan menjadi semakin gonjang-ganjing setelah Yoon mengeluarkan keputusan darurat militer pada 3 Desember 2024.
Keputusan tersebut menimbulkan penolakan keras dari parlemen dan masyarakat, yang kemudian memicu ketegangan politik yang semakin meningkat.
Dalam upaya meredakan ketegangan, legislator menggelar pleno luar biasa untuk membahas kebijakan darurat militer tersebut, yang akhirnya ditolak oleh parlemen.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















