Raja Kertanagara dan Penolakan Berani Terhadap Kubilai Khan, Kaisar Mongol

Raja Kertanagara
Raja Kertanagara dari Kerajaan Singasari di Jawa. (Foto: ist)

BOGORTODAY.COM – Pada abad ke-13, ketika kekuasaan Kekaisaran Mongol di bawah Kubilai Khan meluas ke seluruh Asia, hanya sedikit kerajaan yang berani menolak tunduk. Namun, Raja Kertanagara dari Kerajaan Singasari di Jawa adalah pengecualian yang mencolok.

Ia dengan tegas menolak perintah tunduk dari kekaisaran terbesar pada masa itu, sebuah keputusan yang memicu ekspedisi militer besar-besaran dari tentara Tartar ke wilayah Nusantara pada tahun 1292.

Ambisi Kubilai Khan dan Posisi Strategis Singasari

Kubilai Khan, cucu dari Jenghis Khan, dikenal sebagai pemimpin ambisius yang berupaya memperluas kekuasaannya hingga ke pelosok Asia.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

Setelah menguasai Jepang, Korea, dan wilayah selatan Tiongkok, ia membidik Selat Malaka, jalur dagang strategis yang saat itu berada di bawah pengaruh Kerajaan Singasari.

Melalui pelabuhan penting di Jambi, Singasari mengendalikan akses pelayaran dan perdagangan internasional di kawasan tersebut.

Posisi ini menjadikan kerajaan yang dipimpin oleh Kertanagara sebagai penghalang langsung terhadap ekspansi Mongol di Asia Tenggara.

Strategi Politik Kertanagara: Bukan Sekadar Budaya

Pada tahun 1286, Raja Kertanagara mengirim arca Amoghapāśa ke Kerajaan Melayu. Meski tampak sebagai bentuk diplomasi budaya dan penyebaran agama Buddha, langkah ini memiliki makna lebih dalam.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Sejarawan Prof Slamet Muljana dalam Tafsir Sejarah Nagarakretagama menyebut pengiriman arca tersebut sebagai strategi menghalangi ambisi kekuasaan Mongol di Nusantara.

Raja Kertanagara ingin mencegah menjalarnya kekuasaan Kubilai di daerah Nusantara,” tulis Slamet Muljana.

Utusan Mongol Dihina, Kubilai Khan Murka

Pada 1289, Kubilai Khan mengirim utusan bernama Meng Ki untuk meminta Singasari tunduk pada kekuasaan Kekaisaran Mongol. Namun, Raja Kertanagara menolak mentah-mentah permintaan tersebut.

Bahkan, dalam bentuk penghinaan terang-terangan, utusan tersebut dipermalukan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================