Senyum Pilu Yanti di Tengah Sepinya Penjualan Bendera Merah Putih

bendera merah putih
Yanti (46), pedagang bendera musiman di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, tetap tersenyum meski pendapatannya terus merosot setiap tahun jelang perayaan Hari Kemerdekaan. (Foto : Jihan Muheri/bogor today/Mg2)

BOGORTODAY.COM – Yanti, seorang pedagang bendera di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, duduk bersandar pada gerobak kecilnya. Di sekelilingnya, puluhan bendera merah putih berbagai ukuran tergantung rapi. Meski senyum tak pernah lepas dari wajahnya, ada gurat letih yang tak bisa ditutupi.

“Setiap tahun makin susah. Pembeli maunya murah terus,” ucap wanita berusia 46 itu lirih saat ditemui Sabtu (2/8/2025).

Sudah enam tahun ia menjajakan Bendera Merah Putih. Dulu, katanya, hasil dari berjualan selama Agustusan cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sebulan lebih. Tapi kini, hasilnya tak sebanding dengan lelah yang dikeluarkan.

BACA JUGA :  Dua SK Pengurus Beredar, Ketua Kadin Kota Bogor Versi Dona Disomasi Terbuka

“Sekarang mah merosot, sampai 50 persen. Dulu pas pertama jualan, alhamdulillah, rame. Tapi sekarang tiap tahun makin sepi,” tutur perempuan asal Bogor itu.

Yanti mengaku tak pernah menaikkan harga. Bahkan, ia tetap menjual sesuai harga dari distributor. Namun, pembeli tetap menawar jauh dari harga dasar.

“Misalnya tiang bendera panjang dua setengah meter, modalnya Rp15 ribu. Sekarang banyak yang minta Rp10 ribu, bahkan ada yang nawarnya cuma Rp5 ribu,” ujarnya sembari memperbaiki posisi tiang bambu yang nyaris roboh ditiup angin.

Di mata Yanti, menjual bendera bukan hanya urusan untung rugi. Ada kebanggaan tersendiri saat melihat bendera yang ia jual berkibar di depan rumah warga, menyemarakkan perayaan Hari Kemerdekaan. Namun, sentimen itu tak cukup untuk menahan arus perubahan zaman.

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

“Kadang saya bilang, ‘Ini kan setahun sekali, Pak, Bu’. Tapi tetap saja mereka bilang mahal. Padahal harga dari sananya juga segitu,” ujarnya.

Ia tak sendiri. Maman Sulaiman (51), rekan seprofesi Yanti yang juga rutin berjualan di sekitar Pakansari, turut merasakan penurunan pendapatan yang signifikan. Bahkan lebih tajam dari sebelumnya.

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================