Pancaroba Picu Lonjakan Cikungunya di Kabupaten Bogor, Begini Kata Dinkes

Cikungunya
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana. Foto : Rifki Ramadhan/Bogor Today.

BOGORTODAY – Tahun 2025 menjadi catatan tersendiri bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Hingga pertengahan Agustus, setidaknya 93 warga terjangkit penyakit Cikungunya, penyakit menular yang kerap muncul bersamaan dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Data yang dihimpun Dinkes menunjukkan pola penyebaran yang menarik. Januari lalu, hanya dua kasus ditemukan di Kecamatan Ciomas. Februari, jumlahnya naik menjadi delapan kasus di Tamansari dan Bojonggede.

BACA JUGA :  Kebiasaan Begadang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Maret kembali turun dengan tiga kasus di Bojonggede. Namun, lonjakan signifikan terjadi pada April, saat 36 warga di Bojonggede dan Parungpanjang dinyatakan positif terjangkit.

Tren ini berlanjut di Mei dengan 39 kasus di Bojonggede, Cibinong, Parungpanjang, dan Gunung Putri. Juni hanya mencatat satu kasus di Bojong Baru, sementara Juli kembali muncul lima kasus di Cogreg.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak Pemuda Perkuat Persatuan di Hari Lahir Pancasila

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, menjelaskan bahwa Cikungunya disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, vektor yang sama dengan DBD. Bedanya terletak pada jenis virus yang dibawa.

“Biasanya kalau DBD naik, Cikungunya juga ditemukan. Nyamuknya sama, hanya virusnya yang berbeda,” jelas Adang, Jumat (15/8/2025).

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================