Pertamina Patra Niaga Gandeng Princeton Digital Group Implementasikan HVO

Pertamina Patra Niaga
Pertamina Patra Niaga Gandeng Princeton Digital Group Implementasikan HVO. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

BOGORTODAY.COM Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), semakin mempertegas komitmennya dalam mendukung program pemerintah mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan menghadirkan produk Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Pertamina Renewable Diesel.

Dalam implementasinya, Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Princeton Digital Group (PDG), penyedia data center terkemuka di Asia Pasifik. Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan HVO sebagai bahan bakar diesel untuk operasional data center di Indonesia.

Direktur Pemasaran Pusat & Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menegaskan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis kedua perusahaan dalam mendukung upaya dekarbonisasi, sejalan dengan target Indonesia mencapai net zero emission 2060.

BACA JUGA :  PANCASILA ITU BUKANLAH RUMUS KODE BUNTUT

“Melalui layanan Pertamina One Solution, kami tidak hanya menyediakan bahan bakar yang lebih bersih, tetapi juga menghadirkan dukungan logistik dan infrastruktur yang efisien. Hal ini memastikan operasional mitra bisnis, termasuk PDG, dapat berjalan secara optimal sekaligus berkelanjutan,” ujar Alimuddin dalam siaran pers, Rabu (10/9/2025).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina Patra Niaga dan PDG di Jakarta pada Selasa (9/9/2025). Menurut Alimuddin, implementasi HVO di sektor data center menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mengurangi emisi karbon melalui energi bersih dan ramah lingkungan.

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

HVO merupakan bahan bakar nabati terbarukan yang diolah dari 100% minyak nabati, lemak hewani, atau minyak jelantah (used cooking oil). Saat ini, HVO Pertamina diproduksi di Green Refinery Kilang RU IV Cilacap, dengan potensi menekan emisi gas rumah kaca hingga 70% sepanjang siklus hidupnya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================