
BOGORTODAY.COM – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Sukajaya meluapkan keluhan masyarakat terkait masalah penyaluran air bersih yang bersumber dari mata air di Pegunungan Halimun.
Para kepala desa mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan distribusi air bersih melalui jaringan perpipaan. Pasalnya, selain kebutuhan infrastruktur pascabencana, ketersediaan air bersih juga menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang mendesak.
Dialog tersebut dilakukan saat gelaran rapat koordinasi bersama Camat Sukajaya dan pihak Substansi Air Minum Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Selasa (23/9/2024).
Perwakilan APDESI Kecamatan Sukajaya, Ujang Ruhyadi, menuturkan bahwa sebagian besar desa sudah menunggu tindak lanjut sejak lama. Namun, masih ada desa yang belum terakomodasi.
“Yang terpisah hanya Desa Kiarasari karena jauh. Sementara delapan desa lainnya sejak awal sudah disiapkan tahapan pembukaan. Dari aturan, pemanfaatan sumber air bersih ini seharusnya bisa dilakukan untuk masyarakat,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Apih Ujang juga menyinggung perlunya rapat koordinasi yang melibatkan pihak pengelola kawasan. Sebab kata dia ,pihak kawasan dimungkinkan memiliki aturan yang menghambat jalanya program pipanisasi tersebut.
“Seharusnya ada perwakilan dari kawasan hadir dalam rakor tentang air bersih. Sayangnya, mereka tidak menerima undangan. Kami khawatir ada aturan yang harus dihargai, sementara masyarakat punya kebutuhan yang mendesak,” katanya.
Menurutnya, pembangunan SPAM di Kecamatan Sukajaya sempat masuk program pascabencana pada tahun 2020. Namun, pemulihan yang dilakukan belum menyentuh seluruh desa.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














