Paparan Stres dan Polusi Percepat Kerusakan Kulit, Ini Penjelasan Ahli

Stres
Ilustrasi Stress

BOGORTODAY.COM – Kesehatan kulit ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor luar seperti sinar matahari dan polusi, tetapi juga kondisi psikologis seseorang. Hal ini disampaikan oleh dr. Widya Khairunnisa Sarkowi, MSc, dosen Fakultas Kedokteran (FK) IPB University, saat menyoroti hasil berbagai studi terbaru mengenai hubungan stres dengan kesehatan kulit.

Menurut dr. Widya, penelitian terhadap wanita usia 18–34 tahun menunjukkan bahwa 43,5 persen wanita muda yang mengalami stres memiliki permasalahan kulit kusam. Kondisi ini terjadi karena saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat memicu peradangan, menurunkan aliran darah ke kulit, merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), meningkatkan pembentukan pigmen kulit, dan merangsang produksi minyak berlebih.

BACA JUGA :  Sekolah Rakyat Buka 5.127 Formasi Tenaga Kependidikan Tahun 2026, Simak Posisi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

“Dampaknya, kulit menjadi kusam, kering, hingga rentan berjerawat. Kortisol juga mempercepat kerusakan kolagen sehingga kulit lebih cepat keriput dan menua,” jelas dr. Widya.

Tak berhenti di situ, hormon kortisol juga bisa memicu radikal bebas dan kerusakan DNA sel kulit. Kondisi ini semakin memperburuk tampilan kulit dan mempercepat tanda-tanda penuaan.

BACA JUGA :  Satu Rumah Ludes Terbakar di Ciampea, Tidak Ada Korban Jiwa

Lebih lanjut, dr. Widya menekankan bahwa kesehatan kulit merupakan hasil interaksi faktor dalam dan luar tubuh. Sinar UV, misalnya, menjadi penyebab utama penuaan dini yang ditandai dengan munculnya flek, kulit kendur, dan keriput. Sementara itu, polusi dan asap rokok dapat meningkatkan radikal bebas yang memicu pigmentasi dan tampakan kulit yang kusam.

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================