BOGORTODAY.COM – Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai kebijakan Amerika Serikat yang memberikan tarif impor 0 persen kepada empat negara Asia Tenggara patut menjadi peringatan bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia tidak termasuk dalam daftar penerima fasilitas tersebut.
Kebijakan Presiden AS Donald Trump itu memberikan tarif impor 0 persen bagi Vietnam, Kamboja, Thailand, dan Malaysia. Sementara itu, Indonesia masih dikenakan tarif 19 persen untuk sejumlah komoditas ekspor ke pasar AS.
Menurut Asep, perubahan kebijakan tarif dagang tersebut berpotensi menggerus daya saing produk ekspor nasional, terutama sektor manufaktur yang bergantung pada pasar Amerika Serikat.
“Pemerintah Indonesia tidak boleh bersikap pasif. Perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap strategi diplomasi dagang kita, terutama dalam kerangka perjanjian perdagangan bilateral maupun multilateral,” kata Asep dikutip dari mediaindonesia.com, Rabu (29/10/2025).
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) itu mendorong pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian segera melakukan negosiasi ulang dengan pemerintah AS. Tujuannya agar Indonesia memperoleh fasilitas tarif preferensial serupa.
Pria yang akrab disapa Kang AW ini memperingatkan, ketimpangan tarif dapat memicu relokasi industri dari Indonesia ke negara-negara yang mendapat fasilitas tarif rendah. Investor global akan mencari lokasi produksi yang lebih efisien dari sisi biaya.
Editor : Bas
Wartawan : Iman Rahman Hakim
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















