Makna Kembang Api di Malam Tahun Baru dan Alasan Ditiadakannya di Jakarta 2026

Kembang Api
Ilustrasi Kembang Api di Ibu Kota. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Kembang api kerap menghiasi langit malam saat pergantian tahun. Dentuman warna-warni yang memecah gelap malam telah menjadi simbol sukacita, harapan baru, dan perayaan di berbagai belahan dunia.

Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa tradisi kembang api memiliki sejarah panjang serta makna filosofis yang mendalam.

Berdasarkan catatan sejarah, kembang api berasal dari Tiongkok kuno. Menurut Encyclopaedia Britannica, kembang api awalnya dikembangkan dari bahan peledak yang digunakan untuk keperluan militer.

BACA JUGA :  Ini 20 Negara Paling Makmur di Dunia Tahun 2026, Singapura Pimpin Asia

Seiring waktu, masyarakat Tiongkok memanfaatkan kembang api dalam berbagai perayaan, termasuk Tahun Baru Imlek, karena dipercaya mampu mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.

Makna Kembang Api dalam Perayaan Tahun Baru

Anthony Aveni, seorang astronom dan antropolog dari Colgate University, New York, menjelaskan bahwa tradisi kembang api saat tahun baru berkaitan erat dengan kondisi alam dan kepercayaan spiritual.

Menurutnya, pergantian tahun di banyak wilayah terjadi saat musim dingin, sehingga api dipandang sebagai simbol kehangatan dan perlindungan.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

Selain itu, dalam kepercayaan masyarakat Tiongkok kuno, suara keras dan cahaya terang dari kembang api dipercaya mampu menakuti roh jahat yang diyakini berkeliaran pada malam pergantian tahun. Inilah sebabnya kembang api menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan tahun baru selama berabad-abad.

Jakarta Tanpa Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================