GERD dan Henti Jantung, Apakah Ada Hubungannya?

GERD
GERD dan Henti Jantung, Apakah Ada Hubungannya? (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Pertanyaan tentang hubungan antara GERD dan henti jantung ramai diperbincangkan warganet setelah kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah akibat dugaan henti jantung.

Perbincangan ini semakin meluas karena Lula diketahui memiliki riwayat gastroesophageal reflux disease (GERD), penyakit yang selama ini kerap dianggap “sekadar asam lambung”.

Fenomena ini menjadi pengingat penting bahwa literasi kesehatan masyarakat masih perlu diperkuat.

Banyak orang belum menyadari bahwa gejala GERD dan serangan jantung bisa sangat mirip, dan justru di situlah letak bahayanya.

Gejala Serangan Jantung Bisa Mirip GERD

Dokter spesialis jantung Siloam Hospital, Vito Damay, menjelaskan bahwa secara klinis, keluhan GERD dan serangan jantung memang dapat tumpang tindih.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Parung, Negara Rugi Rp9,1 Miliar

Pada penderita GERD, keluhan yang umum dirasakan antara lain:

  • Rasa panas atau perih di dada hingga ke leher, atau nyeri di ulu hati
  • Keluhan sering muncul saat berbaring atau pada malam hari
  • Rasa asam di mulut, mual, hingga muntah
  • Pada sebagian kasus, muncul sesak napas mendadak

Sementara itu, gejala serangan jantung meliputi:

  • Rasa tidak nyaman di dada yang berat, tertekan, atau seperti ditindih
  • Nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung
  • Disertai keringat dingin, mual hebat, dan sesak napas

“Memang, pada serangan jantung juga bisa muncul nyeri ulu hati dan mual. Itu yang sering membuat orang mengira keluhannya hanya GERD,” ujar Vito

BACA JUGA :  Sering Pegal Saat Berada di Ruangan Ber-AC? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Serangan Jantung Tak Selalu Ditandai Nyeri Dada

Situasi menjadi semakin rumit karena pada sebagian orang—terutama perempuan, lansia, dan penderita diabetes—serangan jantung tidak selalu muncul dengan nyeri dada khas.

“Keluhannya bisa hanya seperti maag atau GERD. Ini yang membuat serangan jantung sering terlewat,” jelas Vito.

Akibatnya, tak sedikit pasien datang terlambat ke rumah sakit karena menganggap keluhan yang dirasakan sebagai masalah lambung biasa.

Di masyarakat juga beredar anggapan bahwa jika nyeri ulu hati terasa sakit saat ditekan, maka itu pasti GERD. Menurut Vito, anggapan ini tidak sepenuhnya keliru, tetapi tidak bisa dijadikan patokan mutlak.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================