BOGORTODAY.COM – Kebiasaan menyantap makanan dalam jumlah besar saat berbuka puasa masih sering dilakukan banyak orang. Setelah seharian menahan lapar dan haus selama bulan Ramadan, sebagian orang cenderung ingin “membalas” rasa lapar dengan makan secara berlebihan.
Padahal, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat berdampak kurang baik bagi tubuh.
Selama berpuasa, tubuh mengalami perubahan dalam cara mendapatkan energi. Ketika cadangan karbohidrat mulai habis, tubuh akan memanfaatkan lemak dan protein sebagai sumber energi alternatif. Pada saat yang sama, aktivitas sistem pencernaan juga menurun karena tidak ada makanan yang masuk selama beberapa jam.
Akibatnya, ketika seseorang langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka, sistem pencernaan yang sebelumnya beristirahat bisa mengalami tekanan mendadak. Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan seperti perut kembung, mual, kram perut, hingga diare.
Risiko lonjakan gula darah
Selain mengganggu pencernaan, makan terlalu banyak dalam waktu singkat juga dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Nutri, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap karbohidrat dan gula setelah berpuasa.
Jika makanan manis atau tinggi karbohidrat dikonsumsi dalam jumlah besar sekaligus, kadar gula darah dapat meningkat dengan cepat. Setelah itu, tubuh akan melepaskan hormon insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula tersebut.
Proses ini sering kali menyebabkan gula darah turun kembali secara drastis setelah makan. Akibatnya, seseorang bisa merasa lemas, mengantuk, atau kembali lapar dalam waktu singkat.
Bisa memicu kenaikan berat badan
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















