Warga Iran Bentuk “Perisai Manusia” di Sekitar Pembangkit Listrik, Respons Ancaman AS

Iran
Warga Iran Bentuk “Perisai Manusia” di Sekitar Pembangkit Listrik, Respons Ancaman AS. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Situasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Sejumlah warga Iran dilaporkan membentuk aksi “perisai manusia” di sekitar fasilitas pembangkit listrik sebagai respons atas ancaman dari Presiden AS, Donald Trump.

Aksi tersebut terlihat dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu, ratusan warga berdiri berjajar di sekitar fasilitas energi yang disebut sebagai Pembangkit Listrik Siklus Gabungan Kazerun. Mereka tampak berkumpul dengan membawa serta mengibarkan bendera nasional sebagai simbol solidaritas.

Rekaman tersebut pertama kali disebarkan oleh kantor berita Fars, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran. Video itu kemudian diverifikasi oleh CBS News, yang memastikan keaslian lokasi dan kejadian tersebut.

BACA JUGA :  Waspada Teror Pocong di Cibinong, Camat Minta Siskamling Digencarkan

Aksi massa ini disebut sebagai respons atas ajakan seorang pejabat pemerintah Iran yang meminta warga sipil ikut melindungi infrastruktur penting negara. Lokasi yang dimaksud berada di wilayah Kazerun, sebuah kawasan di provinsi Fars, Iran bagian barat daya, yang dikenal memiliki fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas alam dan berdekatan dengan kawasan Teluk Persia.

Konflik yang Terus Memanas

Ketegangan di kawasan ini meningkat sejak pecahnya konflik pada akhir Februari 2026, ketika serangan militer dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran. Sejak saat itu, korban jiwa terus bertambah.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Data terbaru menyebutkan lebih dari dua ribu orang tewas di Iran akibat serangan tersebut. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah target di Israel dan fasilitas milik AS di kawasan Teluk.

Akibat serangan balasan itu, belasan personel militer AS dilaporkan tewas, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka. Di pihak Israel, puluhan korban jiwa juga dilaporkan, dengan ribuan warga mengalami cedera. Dampak konflik ini turut dirasakan negara-negara lain di kawasan.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================