BOGORTODAY.COM – Keluhan warga terkait pembangunan Hotel Prima di kawasan Katulampa resmi bergulir ke meja legislatif. Persoalan ini dibahas dalam rapat kerja di ruang Komisi III DPRD Kota Bogor, Rabu (13/5/2026), menyusul adanya keluhan warga terkait minimnya komunikasi dari pihak pengembang serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai pembangunan hotel yang dinilai berjalan tanpa koordinasi transparan dengan masyarakat setempat.
“Laporan dari warga menyebutkan pembangunan Hotel Prima ini dilakukan tanpa komunikasi atau koordinasi yang jelas, baik kepada pengurus wilayah RT dan RW maupun kepada warga sekitar,” ujar Aswandi.
Politisi yang akrab disapa Kiwong ini menambahkan, warga merasa bingung karena sejak awal proyek dimulai, tidak ada penjelasan mendalam mengenai konsep pembangunan maupun mitigasi dampak lingkungannya.
“Warga tidak menolak investasi, namun alangkah baiknya ‘adat ketimuran’ tetap dikedepankan. Harus dijelaskan Amdal-nya seperti apa, fungsinya untuk apa, dan apa manfaatnya bagi warga sekitar,” tegasnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Komisi III berencana memanggil dinas terkait untuk memastikan legalitas proyek tersebut. “Kami akan panggil dinas teknis untuk mengecek perizinan dan Amdal-nya. Kami juga akan mengonfirmasi kepada camat dan lurah sejauh mana komunikasi investor dengan aparatur wilayah selama ini,” jelas Aswandi.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















