6 Kondisi Rambut yang Bisa Menjadi Sinyal Masalah Kesehatan Tubuh

Rambut
6 Kondisi Rambut yang Bisa Menjadi Sinyal Masalah Kesehatan Tubuh. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Rambut sering dianggap hanya sebagai bagian dari penampilan. Padahal, perubahan yang terjadi pada rambut dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mulai dari perubahan warna, tekstur, hingga tingkat kerontokan, semuanya bisa menjadi tanda awal adanya gangguan di dalam tubuh.

Beberapa penelitian dan pendapat ahli menunjukkan bahwa rambut dapat berfungsi sebagai “indikator awal” terhadap berbagai kondisi medis tertentu. Berikut enam perubahan pada rambut yang perlu diwaspadai karena bisa berkaitan dengan masalah kesehatan.

  1. Muncul Uban Lebih Cepat, Bisa Terkait Stres

Uban biasanya identik dengan proses penuaan karena produksi pigmen rambut akan berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, pada beberapa kasus, uban juga dapat muncul lebih cepat dari seharusnya.

Salah satu pemicunya adalah stres berkepanjangan yang dapat memicu stres oksidatif dalam tubuh. Kondisi ini berpotensi merusak sel-sel penghasil pigmen pada rambut sehingga warna rambut berubah menjadi putih lebih cepat.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

Selain faktor stres, genetika juga berperan besar dalam menentukan kapan seseorang mulai beruban.

  1. Rambut Mudah Patah Bisa Berkaitan dengan Gangguan Hormon

Rambut yang tampak rapuh, mudah patah, atau kehilangan kekuatannya dapat menjadi tanda adanya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Salah satu kondisi yang sering dikaitkan adalah sindrom Cushing, yaitu gangguan akibat tingginya kadar hormon kortisol. Selain perubahan pada rambut, kondisi ini juga dapat disertai gejala lain seperti mudah lelah, tekanan darah meningkat, serta tubuh yang lebih rentan memar.

Penanganan kondisi ini bergantung pada penyebabnya, mulai dari penyesuaian obat hingga tindakan medis jika diperlukan.

  1. Rambut Menipis Bisa Menandakan Masalah Tiroid
BACA JUGA :  Ubah Kebiasaan Makan Siang, Risiko Tekanan Darah Tinggi Bisa Berkurang

Gangguan pada kelenjar tiroid, khususnya hipotiroidisme, dapat memengaruhi pertumbuhan rambut. Ketika produksi hormon tiroid menurun, siklus pertumbuhan rambut ikut terganggu sehingga rambut menjadi lebih tipis dan mudah rontok.

Tidak hanya itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala lain seperti kulit kering, kenaikan berat badan, suara menjadi lebih lambat, hingga pembengkakan pada area tertentu di tubuh.

Pemeriksaan medis melalui tes hormon biasanya diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.

  1. Kerontokan Rambut Berlebihan Bisa Terkait Anemia

Rambut rontok dalam jumlah yang tidak biasa juga dapat menjadi salah satu tanda kekurangan zat besi atau anemia.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================