3

Iman R Hakim

Dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa, pemerintah melalui Kemdikbud meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan ini bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembalajaran sepanjang hayat.

 

Praktik pendidikan perlu menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran agar semua warganya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat. Untuk mendukungnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah.

 

GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaim

ana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

 

Heru B. Setyawan, guru PKn SMA Pesat, memanfaatkan GLS ini untuk proses pembelajaran di kelas. Menurut Heru, belajar PKn itu keren, karena tidak hanya belajar Pancasila dan UUD 1945 saja. ’’Tetapi dalam PKn juga belajar bangsa, negara, pemerintahan, demokrasi, politik, pemilu, hukum, lembaga peradilan, kepemimpinan, korupsi, masyarakat madani, hak asasi manusia, pers, globalisasi, hubungan internasional dan lain-lain,’’ katanya.

 

Dengan mengajarkan materi-materi ini secara baik,  metode dan pendekatan mengajar yang pas serta  menarik, murid akan senang dan nyaman belajar PKn. ‘’Hal ini terbukti, murid saya yang SMA jurusan IPA kuliah di jurusan hukum dan politik. Mereka beralasan bahwa kedua jurusan ini sangat menarik, menantang, selalu up to date  dan prospek kerjanya bagus, serta bisa bekerja di semua bidang pek

erjaan terutama untuk jurusan hokum,’’ kata Heru.

 

Banyak materi PKn yang bersifat up to date, misal materi korupsi, hukum, politik, pemilu, demokrasi, HAM, hubungan internasional, pers, globalisasi. Materi ini sangat mudah untuk dihubungkan dengan peristiwa yang sedang terjadi sekarang.  Bahkan kita belum menghubungkan dengan kejadian yang sedang terjadi sekarang, murid sudah bertanya karena mereka melihat sendiri di koran, media social, dan TV. ‘’Dan pertanyaan ini, dilempar lagi ke murid lain agar murid tambah bergairah, sementara guru sebagai fasilitator saja,’’ katanya.

2

 

APA KATA MEREKA

DERI FAUZI PERMANA (Kelas 11 IPS-3) “Belajar PKn dengan Koran Bogor Today bisa menambah wawasan,” kata laki-laki aktivis Pasus.

deri

UTAMMIMA LIDZIKRI (Kelas 11 IPA-1) “ Materi PKn kalau membahas materi politik, pas banget dengan literasi Koran,”ujar gadis aktivis OSIS.

utammima

RAYYAN (Kelas 11 IPA-1) “Belajar PKn, apalagi dengan Koran, akan up date dan tambah pengetahuan,”terang laki-laki yang pingin naik haji ini.

rayyan

KURNIA HAYUNING BUDHI (Kelas 11 IPA-1) “ Belajar dengan literasi akan melatih daya analisis kita,”tambah gadis yang bercita-cita jadi ahli ekonomi syariah.

kurnia

 

 

loading...