ADA kepercayaan populer di masyarakat bahwa suplemen dan produk herba lebih aman untuk dikonsumsi daripada obat-obatan. Alasannya karena suplemen dan produk herba datang dari alam sementara obat dibuat dengan bahan kimia yang asing untuk tubuh.

Pendapat tersebut kerap dibantah oleh ahli yang mengatakan bahwa obat yang dijual di pasaran sudah terbukti efektif untuk terapi dan aman digunakan asal sesuai anjuran. Herba dan suplemen sendiri juga tidak terjamin 100 persen aman seperti dibuktikan oleh studi terbaru peneliti dari Philadelphia, Amerika Serikat.

Victor Navarro selaku pemimpin studi dari Einstein Healthcare Network mengatakan satu dari lima kasus kerusakan hati dalam delapan tahun terakhir di Amerika Serikat penyebabnya adalah herba atau suplemen. Diketahui dalam rentang waktu penelitian ada sekitar 130 kasus tersebut.

Masalah dari komplikasi hati ini menurut Navarro adalah kadang butuh sampai beberapa bulan atau bahkan tahunan hingga gejala muncul sehingga pasien bisa tidak sadar. Awalnya pasien mungkin akan merasa mudah lelah, gatal-gatal, mual, kemudian berkembang kulitnya menguning, cairan tubuh menumpuk, hingga pendarahan.