CIBINONG TODAY – Bandara Atang Sendjaja (ATS) Bogor, siap dikomersilkan. Rencana tersebut pun sudah dibahas dalam pertemuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama dengan ATS di Ruang Rapat Bupati, Cibinong, pada Selasa (28/1/2020).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan, rencana tersebut didasari kebutuhan moda transportasi di Jawa Barat.

Apalagi, sambungnya, semenjak berdirinya ATS sekitar tahun 1931, pemerintah belum memanfaatkan secara maksimal keberadaan bandara tersebut. Padahal, bandara itu sangat berpotensi dikembangkan terutama untuk moda transportasi bagi masyarakat.

“Kita melihat di perencanaan Jawa Barat itu tidak ada. Kita punya ATS, itu yang mendasari kita untuk mengusulkan ini. Dan alhamdulilah, ini adalah hasilnya. Pertemuan kali ini pun atas perintah dari Pemprov Jawa Barat untuk mematangkan rencana,” jelas Syarifah.

Syarifah menyebut, rencana bandara komersil di ATS juga bagian dari upaya Pemkab Bogor sebagai pendukung pengembangan wilayah.

“Di Kabupaten Bogor kita kembangkan Geopark. Maka kita butuh aksesbilitas yang mumpuni. Begitu pun dengan pembangunan KEK di kawasan Cigombong, transportasinya akan lebih mudah kalau dari ATS,” tuturnya.

Kemudian Syarifah mengatakan, berdasarkan dari data Damri, masyarakat Kabupaten dan Kota Bogor, Sukabumi serta Cianjur yang menggunakan Danru untuk sampai ke Bandara Soekarno-Hatta berjumlah sekitar 2,2 juta pertahun.

“Jadi potensinya sangat besar. Kita pun menghitung dari jarak tempuh kalau nantinya jadi, itu menghemat waktu tempuh sekitar 1 jam dibanding ke Soetta,”ungkap dia.

Tidak hanya itu, Bandara ATS dinilainya sebagai bandara dengan tingkat kestabilan cuacanya yang sangat baik. Maka jika penerbangan komersil dibangun di bandara ini, akan melahirkan potensi yang luar biasa untuk masyarakat.

“Landasan sudah ada, secara teknis sudah siap hanya tinggal memperpanjang run away. Dan intinya keuntungan yang didapat juga akan banyak. Keuntungan untuk ekonomi masyarakat Kabupaten Bogor, konsumen, dan ATS itu sendiri,” tutur Syarifah. (Firdaus)