BANDUNG TODAY- Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan belum ada keinginan untuk mengikuti langkah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang telah mendeklarasikan diri maju dalam bursa pemilihan gubernur Jawa Barat.

“Ah, belum,” ujar Dedi di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (20/3).

Saat ini, Dedi memilih memperkuat koordinasi dan komunikasi politik dengan partainya, Golkar. Meski demikian, dia menyatakan belum pernah ada pembahasan apapun terkait Pilgub Jabar 2018. “Sebagai bupati dan ketua partai, saya selalu komunikasi, politik biasa. Saya belum pernah ngomong dengan tokoh siapapun terkait Pilkada Jabar,” kata Dedi.

Dedi merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat. Karena posisinya itu, Dedi kemungkinan besar diusung partainya maju menjadi calon gubernur Jabar. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham pekan lalu di kantor DPP Golkar, Jakarta. Selain itu, Dedi juga menanggapi deklarasi dukungan Partai NasDem kepada Emil, sapaan Ridwan, sebagai bakal calon gubernur Jabar. Dedi mengucapkan selamat kepada Emil yang telah mendeklarasikan diri di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, kemarin.

“Saya mengucapkan selamat kepada Kang Ridwan Kamil telah dideklarasikan partai Nasdem sebagai calon Gubernur Jawa Barat, saya berbahagia ada sahabat yang sudah menyatakan lebih dulu mencalonkan,” ujar Dedi.

Dedi menilai langkah NasDem mengusung Emil maju sebagai kendaraan politiknya dalam Pilgub Jabar, merupakan langkah yang baik. Dengan demikian, Emil akan makin memantapkan diri menjadi orang nomor satu di Jabar. Pilihan NasDem mengusung Emil, menurut Dedi, sudah melalui pertimbangan politik dan sosial. Meskipun Emil bukan kader partai, dia menilai setiap partai memiliki figur strategis untuk diusung dalam ajang pilgub.

“Partai-partai itu pasti memiliki setiap calonnya, kalau sudah memiliki figur berarti kaderisasinya berjalan baik oleh pemimpinnya,” kata dia. (Yuska Apitya)