CIBINONG TODAY  – Tempat Pengolahan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional, Nambo, di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor ditargetkan bisa beroperasi pada pertengahan tahun 2020 mendatang.

Meski mundur dari target pertama, yakni tahun 2019, TPPAS yang akan menjadi andalan empat wilayah yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Depok dan Tangerang Selatan ini diklaim saat ini sudah menunjukan progress yang cukup signifikan, pasca peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akhir tahun lalu.

“Saat ini sedang dibangun untuk tempat pengolahan sampahnya. Secara keseluruhan progres sudah sekitar 60 persenan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Pandji Ksatriadi, Senin (6/5/2019).

Menggunakan teknologi Mechanical Biological Treatment (MTB), sampah yang nanti ditampung di TPPAS Nambo dapat diubah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Penggunaan MTB ini diklaim merupakan yang pertama yang diterapkan di Indonesia. Melalui teknologi ini, diharapkan umur TPPAS Nambo bisa lama, juga bisa menampung sampah lebih banyak lagi sekitar 1.500 hingga 1.800 ton sampah setiap harinya.

“Kapasitas tampung di Nambo sekitar 1.500 ton sampah setiap harinya. Ini tentu akan sangat menbantu, dimana rata-rata sampah yang ada di Kabupaten Bogor itu bisa mencapai 1.200 ton sampah bahkan lebih dari itu yang dibuang ke TPAS Galuga,” ungkap Panjdi.

Dengan adanya Nambo, Pandji berhadap sampah yang ada di Kabupaten Bogor bisa terbagi dua. Melalui zonasi sampah, dia mengatakan wilayah timur bahkan Cibinong Raya akan dialihkan ke TPPAS Nambo. Sedangkan sisanya tetap di TPAS Galuga.

“Nambo juga dapat mengurangi beban kekurangan armada. Saat ini ada 182 truk pengangkut, nanti bisa dua rit berjalannya. Yang wilayah timur atau Cibinong raya bahkan sebagaian wilayah Ciawi bisa ke Nambo,” jelasnya. (Asep B)