Opini-2-Heru

Oleh: HERU BUDI SETYAWAN (PEMERHATI PENDIDIKAN, Guru Geografi & PKn SMA Pesat)

Jadi secara bahasa geo­grafi adalah ilmu penge­tahuan yang mengam­barkan keadaan bumi. Dahulu geografi berna­ma ilmu bumi, penamaan ilmu bumi ini dirasa terlalu sempit karena hanya mempelajari bumi, maka sesuai dengan perkemban­gan dan kemajuan, penamaan ilmu bumi berubah menjadi geografi yang dinilai lebih sesuai karena yang di pelajari geografi tidak hanya bumi tetapi adalah geosfer yang terdiri dari lima lapisan yaitu: atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer dan antroposfer.

Banyak pengertian geografi dari beberapa ahli, salah satunya menurut Ikatan Geografi Indo­nesia (IGI) yang ditetapkan pada seminar dan lokakarya di Sema­rang pada tahun 1988, pengertian geografi adalah ilmu yang mem­pelajari persamaan dan perbe­daan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.

Kajian ilmu geografi memang sangat luas, karena meliputi lima lapisan, yaitu atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer dan antroposfer, karena sangat luasnya kajian geo­grafi, maka geografi dibagi men­jadi geografi fisis (geografi alam), geografi sosial (geografi manusia) dan geografi terapan.

Makanya tidak mengherank­an di beberapa perguruan tinggi, geografi ada yang masuk kelom­pok IPA (seperti di UI dan UGM) tapi geografi ada yang masuk ke­lompok IPS (seperti di UNY dan UPI).

Karena geografi kajiannya yang sangat luas, maka pendeka­tan yang dilakukan adalah pendekatan holistik (menyelu­ruh) yang terdiri dari pendekatan keruangan, kelingkungan dan komplek wilayah.

Kalau kita belajar geografi akan menumbuhkan kecintaan pada tanah air, karena yang dipe­lajari selain fenomena sosial juga fenomena alam, apalagi Indone­sia seolah secuil surga yang ada dipermukaan bumi.

Indonesia begitu luas wilayahnya dari Sabang sampai Merauke, jaraknya sama panjang dengan Jakarta ke Hongkong, kaya SDA berupa barang tam­bang, kehutanan, perikanan, perkebunan, peternakan dan pertanian.

Negeri kepulauan sekitar leb­ih 13.000 pulau yang sangat in­dah, subur dan eksostik, karena hutannya yang luas dan lebat, meski sekarang ada kasus asap dari kebaran hutan, Indonesia mendapat julukan paru-paru du­nia, banyak gunung api sebagai tempat wisata dan menyuburkan tanah, kaya dengan keanekaraga­man hayati, potensi wisata alam dan budaya yang multi etnis (sekitar 200 suku bangsa)

Sehingga kita punya semboy­an Bhinneka Tunggal Ika yang artinya meskipun berbeda-beda tapi tetap satu juga yang tiada duanya di dunia, maka adakah negara sehebat Indonesia ? Maaf kita bukan sombong, tapi ini se­bagai wujud rasa syukur, bangga dan cinta tanah air Indonesia.

Bangsa Indonesia harus ber­syukur akan kekayaan flora dan fauna yang telah diberikan oleh Allah. Coba kita simak betapa Indonesia adalah Negara yang mempunyai keragaman hayati tertinggi di dunia.

Data sebagai berikut: Memi­liki jenis palem terbanyak di du­nia, yaitu 400 jenis, Memiliki je­nis mamalia terbanyak di dunia, yaitu 515 jenis, 3. Memiliki jenis kupu-kupu terbanyak di dunia , yaitu 121 jenis, 4.Memiliki jenis reptil no 3 di dunia , yaitu 600 jenis, 5.Memiliki jenis burung no 4 di dunia, yaitu 1.519 jenis, 6.Me­miliki jenis amfibi no 5 di dunia, yaitu 270 jenis, 7.Memiliki jenis tanaman berbunga no 7 di dunia, yaitu 25.000 jenis, 8.Memiliki Ko­modo hewan langka yang hanya ada di Indonesia, persebaran­nyapun hanya di Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Komo­do, Pulau Rinca, Pulau Padar dan Flores Barat, 9.Memiliki Burung Cendrawasih dengan bulu yang banyak dan sangat indah dari Pulau Papua, 10. Memiliki Anoa yang hanya ada di Pulau Sulawe­si, 11. Memiliki Orangutan yang hanya ada di Pulau Kalimantan, 12. Memiliki Badak yang hanya ada di Pulau Jawa.

Subhanallah itulah kata yang terlontar kekayaan flora dan fauna Indonesia yang begitu menakjubkan. Maka sewajarnya kita berucap Alhamdulillah serta menjaga, memanfaatkan dan melestarikan kekayaan flora dan fauna bangsa Indonesia dengan sebaik-baiknya, sehingga anak cucu kita juga bisa menikmati, Jayalah Indonesiaku. (*)

loading...