BOGOR TODAY – Gerakan Resolusi Bogor (GRB) menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang ke-91.

Acara yang mengusung tema “Refleksi Sumpah Pemuda Dalam Balutan Oligarki” diikuti 70 peserta terdiri dari perwakilan Ormawa Dan OKP. Narasumber dalam kegiatan FGD tersebut diantaranya Komisioner KPU kota Bogor Dede Juhendi, Komisioner Bawaslu Kota Bogor,Firman Wijaya, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Apendi Arsyad. Para narasumber berharap mahasiswa dan pemuda melakukan praktik secara langsung.

Dede Juhendi mengatakan, bahwa oligarki dii Indonesia hari ini sudah menjamur Dan susah untuk diberantas.

“Oligarki itu seperti kentut yang bisa dirasakan baunya tapi sulit diketahui siapa yang mengeluarkan baunya,” kata Dede.

Hal senada pun disampaikan Firman Wijaya. Menurutnya, refleksi sumpah pemuda jangan sampai kehilangan Elan Vitalnya yaitu gerakan mahasiswa. Mengingat, masyarakat sangat menunggu gerakan mahasiswa dan pemuda yang berhubungan dengan tema FGD malam ini.

“Oligarki telah merusak sendi – sendi kehidupan bernegara dimana pemerintah sudah dikuasi oleh beberapa golongan atau kelompok tertentu,” tegas Firman.

Sementara itu, Apendi Arsyad mengatakan, oligarki bukan hanya berada ditatanan negara tapi juga sudah menjamur di miniatur negara (Kampus, red), untuk itu perlu perubahan dan gerakan dari mahasiswa untuk melawan oligarki.

“Jangan takut untuk menyampaikan Aspirasi dengan ancaman di DO oleh kampus, jika mahasiswa sudah takut dengan ancaman maka kacau nasib bangsa kita kedepan karena aset terbesar yang masih kita miliki adalah mahasiswa dan pemuda,” pinta Apendi.

Acara tersebut mendapat respon baik dari para peserta. Menurut salah seorang peserta Akbar selaku Presma Terpilih UNIDA, kegiatan ini bermanfaat untuk menambah ilmu tentang gerakan pemuda dan akan saya coba terapkan di kampus.

“Kegiatan ini memberikan manfaat untuk menambah ilmu. Saya menjadi tahu tujuan Mahasiswa dan pemuda itu apa, solusinya bagaimana, serta apa yang harus dilakukan dari mahasiswa untuk memberantas Oligarki baik di negara maupun miniaturnya yaitu kampus,” tegas Akbar.

Ketua Pelaksana, Yunandar Sowakil mengatakan, problematika yang dipaparkan narasumber di atas akan menjadi PR mahasiswa sebagai kaum intelektual muda untuk melawan sampai mematikan balutan oligarki.

“Sehingga kursi kekuasaan bisa di isi oleh orang yang memiliki ide Dan gagasan untuk memajukan Indonesia dikemudian hari,” ucap Yunandar.

Acara FGD pun berjalan dengan lancar dan aktif. Kegiatan tersebut dipandu moderator Fakhri Lutfiansyah, Ketua Gerakan Resolusi Bogor. (Iman R Hakim)

loading...