foto-berita-1Wilayah utara Kabupaten Bogor menjadi sasaran bisnis esek – esek terselubung, mulai dari kelas gelar tikar hingga hotel berbintang. Tokoh masyarakat, ulama dan pemerintah Kecamatan Kemang menolak keberadan tempat hiburan malam (THM). Ironis, Satpol PP seperti tak bernyali hadapi bos pembisnis lendir.

Diyon

[email protected]

Kabupaten Bogor memiliki jargon ‘Tegar Beriman’ mengingat dari 5,4 juta jiwa penduduknya mayoritas memeluk Islam. Namun, ironis dibeberapa wilayah banyak ditemui lokalisasi dan tempat hiburan malam.

Surat Peringatan (SP) untuk puluhan tempat hiburan malam (THM) dan Bangunan Liar (Bangli) di Kecamatan Kemang sudah dikeluarkan, tinggal menunggu keseriusan Satpol PP Kabupaten Bogor dalam menangani permasalahan bangunan yang menjadi penyakit warga.

Pengawas Bangunan Dinas Tata bangunan dan Pemukiman, wilayah Kemang – Ciawi, Adang Supena, pelimpahan sudah diberikan kepada Satpol PP Kabupaten Bogor, untuk pemilik bangunan baik THM dan Bangli yang hendak mengurus izin jelas tidak bisa.

“Ini lihat surat pemberitahuan yang diblok merah, ini sudah siap dibongkar, dalam artian bangunan ini sudah tidak bisa diselamatkan lagi, untuk pembongkaran saya tidak tahu kapan,” ujar Adang Supena.

Sementara itu Camat Kemang, Wahyu Hadi Setiono mengatakan, turunnya SP  terhadap puluhan unit bangli dan THM, merupakan bukti keseriusan Pemkab Bogor dalam upaya pelaksanaan program pemberantasn penyakit masyarakat.

“Secara prinsip, apapun kegiatan atau tempat kegiatan yang melanggar Perda pasti akan ditertibkan. Apalagi jika kegiatan tersebut menimbulkan gangguan kamtibmas,” pungkasnya.

Pembongkaran yang akan dilakukan, lanjut Wahyu, mungkin dirinya tidak akan menyaksikan atau mengawal, dirinya berharap pembongkaran THM bisa berjalan seperti pembongkaran pertama dan kedua beberapa waktu lalu.

“Saya sudah tidak menjabat menjadi Camat mulai tanggal 1 Oktober, mudah – mudahan Camat yang baru bisa mengawal kegiatan pembongkaran supaya tidak ada ekses yang tidak diinginkan,” tandasnya. (*)

loading...