BOGOR TODAY – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta pengelola objek wisata di Puncak untuk tidak menerima wisatawan dari luar Jabar selama wabah Corona belum sepenuhnya terkendali.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menyebut bahwa pada pekan lalu hasil rapid test tercatat 1.600-an, dan 88 yang reaktif serta dua warga Jakarta dilaporkan positif.

“Dan karena Bogor ini memang market besarnya dari Jakarta, saya imbau pengelola yang sifatnya berbayar untuk tidak menerima dulu wisatawan luar Jabar, selama situasi belum terkendali 100 persen,” ucap Emil di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor, belum lama ini.

Saat ini, menurut Emil, virus Corona di Jabar sudah mulai terkendali. Karena itu, dia ingin meminimalkan penularan kasus dari luar.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, karena kita sedang baik dalam mengontrol kasus infeksi lokal. Tapi kita punya kekhawatiran dari kasus impor, dari perjalanan orang-orang luar Jawa Barat yang belum bisa kita ketahui sejarah perjalanannya,” ucapnya.

Emil menyoroti soal padatnya Puncak, khususnya perkebunan teh, beberapa waktu lalu. Kondisi itu menjadi bahan evaluasi untuk membuat kebijakan pencegahan Corona di lokasi Puncak.

“Itu nggak ada gerbangnya, nggak ada ticketing-nya, itu yang paling rawan. Maka kita lagi kaji dengan Pak Kadis Pariwisata untuk memberikan wastafel-wastafel dan sebagainya. Disebar sehingga dengan kedisiplinan mereka paham melakukan protokol kesehatan,” ucapnya.

Selain itu, Emil menyoroti soal kepatuhan protokol kesehatan. Dia masih melihat warga yang tidak menggunakan masker di tempat wisata.

“Terus saya sampling tadi masih banyak warga yang anak nggak bermasker. Bapak, orang tuanya, pakai, tapi anaknya nggak. Padahal yang paling rawan itu anak kecil sama lansia,” katanya.

Emil mengapresiasi pengelola Taman Safari Indonesia karena sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Yang ketiga pencampuran (di Taman Safari Indonesia) itu tidak dilakukan. Jadi yang boleh hanya mobil pribadi, sehingga tidak ada pencampuran antara orang-orang yang tidak kenal, ya. Maka bus saya recommend jangan dulu (masuk ke Taman Safari),” tandasnya. (Bambang Supriyadi)