Untitled-3

Kuku memang salah satu bagian tubuh berukuran kecil. Tapi, tahukah Anda bahwa kuku dapat menjadi indikator kesehatan tubuh? Meski berukuran kecil, kuku ternyata bisa menjadi pintu masuk menuju tersingkapnya gangguan kesehatan seseorang.

Oleh : RIFKY SETIADI
Email: [email protected]

Tubuh kita akan memberikan suatu tanda ketika ada suatu hal yang beru­bah. Termasuk war­na, tekstur dan titik-titik putih pada kuku yang bisa menun­jukkan beberapa kondisi kes­ehatan. Salah satu kondisi pal­ing umum adalah munculnya bintik-bintik putih kecil yang muncul di kuku anda sebagai suatu kondisi yang disebut leu­konikia.

Beberapa orang meya­kini bahwa titik-titik kuku dis­ebabkan karena kekurangan kalsium dan vitamin dalam makanan. Namun hal ini tidak benar, titik-titik putih kecil muncul karena luka/cedera yang mungkin terjadi dalam tahap pertumbuhan. Jika Anda memiliki bercak putih di kuku Anda, pertimbangkan fakta bahwa kuku tumbuh sangat lambat. Dibutuhkan cukup be­berapa minggu untuk siklus pertumbuhan lengkap kuku. Jadi ada kemungkinan bahwa cedera/luka pada kuku mung­kin terjadi berminggu-minggu sebelum muncul bintik pada lempeng kuku.

Kemungkinan penyebab lain dari bintik-bintik putih adalah infeksi ringan, alergi atau efek samping dari obat ter­tentu. Jika semua kuku menun­jukkan bintik-bintik putih maka masalah leukonikia dapat di­kaitkan dengan kondisi serius seperti penyakit jantung, siro­sis, anemia, diabetes dan pen­yakit ginjal.

Baca Juga :  5 Bahaya Buah Lemon Untuk Perawatan Kulit Wajah

Untuk itu, dari sekarang rajin-rajinlah memerhatikan kuku Anda. Kalau tampak ada yang ganjil, misalnya, ada pe­rubahan warna dan bentuk, segeralah konsultasi ke dokter. Perubahan kuku yang menun­jukkan adanya gangguan kes­ehatan dapat dibagi menjadi beberapa warna, di antaranya, putih pucat, kuning, biru, hi­jau, ungu atau merah, dan cokelat.

Tiap warna terkait dengan penyakit yang berbeda. Kuku pucat, contohnya, menanda­kan seseorang kekurangan darah (anemia). Sementara itu, kuku kuning menunjuk­kan adanya gangguan pada liver, penyakit hepatitis, atau­pun diabetes. Warna kuning pada kuku bisa juga akibat dari kondisi gangguan pernapasan, seperti bronchitis kronis. Ada juga kuku berwarna kelabu. Itu dapat menjadi pertanda adan­ya penyakit paru yang sudah kronis. Kuku hitam mengindi­kasikan seseorang terinfeksi bakteri, menderita penyakit ginjal kronis, kanker, dan pen­yakit hati. Kuku berwarna hijau bisa disebabkan karena alergi bahan pembersih atau infeksi jamur dan bakteri, seperti Bacillus. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, stroke, keracunan karbonm onoksida, kuku Anda akan berubah war­na menjadi merah.

Anda mesti jeli apakah pe­rubahan warna kuku memang karena adanya penyakit atau karena hal lain. Pasalnya, bisa saja warna kuku berubah di­akibatkan oleh hal lain, seperti terbentur atau terjepit. Tanda-tanda lain yang muncul pada kuku sebagai indikator ganggu­an kesehatan adalah timbulnya bintik-bintik putih pada kuku. Biasanya, kondisi ini disebab­kan oleh kurangnya seng.

Baca Juga :  Mengenal Minyak Hati Hiu dan Sedereta Manfaatnya

Daerah di bawah kuku yang tampak berwarna putih men­unjukkan adanya infeksi jamur. Namun, jika setengah bagian kuku berwarna putih dengan bintik-bintik gelap. terutama di ujung kuku, kemungkinan kondisi itu mewakili gejala pen­yakit ginjal. Kuku bergaris me­rah atau coklat menunjukkan adanya pendarahan di bawah kuku dan bisa disebabkan oleh radang selaput jantung (endokarditis). Lain halnya jika yang timbul adalah garis-garis hitam. Kondisi tersebut menandakan adanya masalah pada jantung. Garis berwarna biru tua di kuku bisa menjadi tanda kanker kulit.

Nutrisi yang sehat akan memberikan dampak baik pula bagi kesehatan kuku. Protein keratin adalah komponen uta­ma pembentuk kuku. Keratin membuat kuku kuat dan tebal. Kuku yang lembut dan tipis terbentuk karena kurangnya keratin. Makanan yang baik un­tuk membentuk protein kera­tin adalah daging unggas, ikan salmon atau mackerel, dan juga daging merah. Cobalah pula untuk memakan asupan makan yang kaya akan zat besi seperti sereal, telur dan bayam. Makanan yang kaya akan vita­min c seperti jeruk, tomat dan paprika juga membantu tubuh untuk menyerap zat besi secara maksimal.(*)