Untitled-9BOGOR, TODAY – Menjelang bulan suci ramadhan, Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bogor meminta seluruh hotel yang memiliki fasilitas tempat hiburan malam (THM) untuk berhenti beroperasi demi ke­nyamanan ibadan umat mus­lim.

Hotel M-One, Cibinong menjadi salah satu sasaran FPI yang tergabung dari Babakan Madang, Sukaraja, Citeureup, Cibinong dan Bojong Gede untuk menghentikan aktifi­tas hiburan malam selama satu bulan penuh karena dianggap telah menularkan kemaksiatan.

“Kami menuntut hotel, restoran dan tempat hiburan malam untuk ditutup selama ramadhan. Karena THM meru­pakan sumber maksiat dengan menyediakan minuman dan fasilitas yang secara tidak lang­sung membuat orang berbuat maksiat,” ujar Koordinator aksi, Habib Ali Alhazi, Minggu (14/6/2015).

Baca Juga :  Bumi Tegar Beriman Berduka,  Saat Ade Yasin Berjuang Dipersidangan

Ratusan anggota FPI juga telah menyusuri THM yang tersebar di Citeureup, Gunung Putri, Babakan Madang, Cibi­nong dan Sukaraja dengan se­ruan dan tuntutan yang sama. Yakni demi kenyamanan iba­dah puasa umat Muslim.

Bahkan, FPI tidak segan untuk membakar hotel atau THM yang tetap beroperasi pada bulan Ramadhan. “Ya, kami minta untuk pengelola agar segera menutup aktivitas­nya yang berhubungan dengan segala bentuk kemaksiatan,” pungkasnnya.

Sementara itu, Humas Hotel M-One, Agus mengatakan jika pihak manajemen hotel siap menghentikan fasilitas enter­tainment dan spa selama satu bulan untuk menghormati iba­dah umat muslim.

Baca Juga :  RSUD Leuwiliang Komitmen Beri Pelayanan Prima Peserta JKN Tanpa Diskriminasi

“Saya berterima kasih ke­pada FPI yang telah memberi banyak masukan dan arahan untuk kami. Saya selaku Hu­mas, atas nama manajemen siap untuk menghentikan ak­tifitas entertainment dan spa untuk satu bulan selama rama­dhan,” singkat Agus.

Terpisah, Pemerintah Ka­bupaten Bogor lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun siap menutup puluhan THM selama bulan Ramadhan serta restoran yang dilarang beroperasi pada siang hari.

(Rishad Noviansyah)