Gaung Sahur di Gang Pasama

Adin juga menjelaskan alat-alat yang digunakan band sahur untuk membangunkan sahur didapat dari rumah masing-masing dan juga ada peralatan yang dipinjam dari masjid yang ada di RW tersebut.

“Alat-alat kaya botol, ember, panci itu biasanya mereka bawa dari rumah masing-masing sedangkan untuk peralatan marawis, bedug, gendang ketipling, simbal dan ke­crekan itu peralatan punya masjid Al-Istiqomah,” bebernya.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Ketua Perkumpulan band sahur RW 01, Agus Mulyana, membenarkan kalau band sahur seperti ini sudah ada sejak dirinya kecil dan itu diturunkan kepada adik-adik kecil di RW-nya.

“Kalau yang sudah dewasa hanya mendampingi saja, biasanya yang ikut muter sih dari umur dua ta­hun sampai umur belasan tahun,” ujarnya

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Ia menjelaskan mereka semua berkumpul di pos depan SD Cimang­gu kecil pada pukul 02.00 WIB dan biasanya selesai pada pukul 03.00 WIB

(Guntur Eko Wicaksono)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================