Gaung Sahur di Gang Pasama

Adin juga menjelaskan alat-alat yang digunakan band sahur untuk membangunkan sahur didapat dari rumah masing-masing dan juga ada peralatan yang dipinjam dari masjid yang ada di RW tersebut.

“Alat-alat kaya botol, ember, panci itu biasanya mereka bawa dari rumah masing-masing sedangkan untuk peralatan marawis, bedug, gendang ketipling, simbal dan ke­crekan itu peralatan punya masjid Al-Istiqomah,” bebernya.

BACA JUGA :  Resep Gulai Daun Singkong Gurih, Cocok Jadi Lauk Sehari-hari

Ketua Perkumpulan band sahur RW 01, Agus Mulyana, membenarkan kalau band sahur seperti ini sudah ada sejak dirinya kecil dan itu diturunkan kepada adik-adik kecil di RW-nya.

“Kalau yang sudah dewasa hanya mendampingi saja, biasanya yang ikut muter sih dari umur dua ta­hun sampai umur belasan tahun,” ujarnya

BACA JUGA :  Kota Kuno dan Makam Berlidah Emas Ditemukan di Gurun Mesir

Ia menjelaskan mereka semua berkumpul di pos depan SD Cimang­gu kecil pada pukul 02.00 WIB dan biasanya selesai pada pukul 03.00 WIB

(Guntur Eko Wicaksono)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================