Sayuran dan buah merupakan bahan makanan yang penting yang harus selalu ada dalam hidangan sehari-hari. Tidaklah sulit mencari sayur dan buah, karena tanah Indonesia sangat subur seÂhingga hampir semua jenis sayuran dapat tumbuh. Dari segi harga seÂbagian besar sayur dan buah harÂganya dapat terjangkau. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) sayÂuran dan buah merupakan kompoÂnen penting dalam makanan yang sehat, dan konsumsinya yang cuÂkup bisa mencegah penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner dan kanker. Data WHO menunjukkan bahwa di konsumsi sayuran dan buah yang rendah menyebabkan penyakit jantung iskemik (31%) dan stroke (11%). Sebagai pencegahan penyakit tiÂdak menular, WHO menganjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah sebanyak 400 g per hari.
Konsumsi sayuran dan buah penduduk Indonesia berdasarkan Survei Konsumsi Makanan IndoneÂsia Tahun 2014 masih rendah yaitu rata-rata dibawah 100 g, masih jauh dari anjuran WHO. Kondisi geografÂis menyebabkan perbedaan dalam jumlah sayuran dan buah yang dikonsumsi. Penduduk yang tinggal di pantai lebih s e Âdikit mengkonsumsi sayuran dan buah dibandingkan dengan penÂduduk yang tinggal di dataran tinggi.
Dalam suasana ramadan sepÂerti saat ini, perlu menghadirkan sayuran dan buah dalam hidangan berbuka puasa dan sahur. Selama puasa tubuh cenderung kurang cairan karena tidak minum dalam jangka waktu kurang lebih 12 jam, maka sayur dan buah yang dihidanÂgkan waktu berbuka dapat mengaÂtasi dahaga dan melancarkan buang air besar (BAB). Hal ini disebabkan sayur dan buah banyak mengandÂung air dan serat. Keuntungan lain mengonsumsi sayur dan buah yaitu 1) orang menjadi bugar kemÂbali karena beberapa buah banyak mengandung karbohidrat yang akan dikonversi sebagai energi; 2) baik bagi orang yang berpuasa yang mempunyai penyakit diabetes meliÂtus dan jantung koroner dan 3)akan terpenuhi vitamin, mineral, antioÂksidan, serat dan air yang dibutuhÂkan oleh tubuh untuk hidup sehat.
Buah yang dihidangkan akan lebih nikmat dibuat minuman jus dari buah segar seperti jus melon, jus semangka atau jus alpokat atau mengganti jus buah dengan jus sayÂuran seperti jus wortel, jus tomat, ketimun. Buah dan sayuran yang disajikan segar/fresh atau dibuat jus harganya lebih murah daripada mengonsumsi suplemen vitaÂmin mineral.
Agar dapat memenuhi kebutuhan sayuran dan buah sebanÂyak 400 g per hari, maka selama buÂlan ramadan dapat diatur konsumsi sayuran dan buah masing-masing waktu berbuka dan waktu sahur sebanyak 200 g. Masing-masing 200 g sayur dan buah untuk berbuÂka dan sahur bisa disediakan dalam wujud satu mangkuk sayuran dan satu mangkuk buah, dimana berat satu mangkuk sayuran atau satu mangkuk buah adalah 100 g.
Menu sayuran dan buah yang dipilih tentunya sesuai selera dan kondisi keuangan keluarga. Khusus untuk buah dihindari dikonsumsi pada awal berbuka seperti buah jeruk atau nanas, karena terlalu asam sehingga kurang aman bagi penderita maag atau yang memiÂliki keluhan asam lambung tinggi. Selain itu buah nangka serta durian perlu juga dihindari karena memicu timbulnya gas di lambung sehingga tidak tahan untuk buang gas. TentuÂnya hal ini akan mengganggu kenyaÂmanan selama berpuasa.
Dengan pembagian seperti ini diharapkan kebutuhan akan sayÂuran dan buah dalam sehari selama ramadan akan terpenuhi sehingga vitamin, mineral dan antioksidan tercukupi. Dengan demikian meliÂhat segala manfaat sayur dan buah, maka menghidangkannya pada saat berbuka dan waktu sahur adalah sangat tepat. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















