Untitled-6Musik memiliki kekuatan untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kemampuan pikiran seseorang. Ketika musik diterapkan menjadi sebuah terapi, musik dapat meningkatkan, memulihkan, dan memelihara kesehatan fisik, mental, emosional, sosial dan spiritual.

Oleh : RIFKY SETIADI
Email: [email protected]

Musik sudah lama dikenal sebagai alat bagi kes­ehatan. Seiring p e r kemban­gan, mulai banyak digunakan upaya kesehatan melalui tera­pi musik. Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rang­sangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, tim­bre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental.

Hal ini disebabkan musik memiliki beberapa kelebihan, yaitu karena musik bersifat nyaman, menenangkan, mem­buat rileks, berstruktur, dan universal. Perlu diingat bahwa banyak dari proses dalam hidup kita selalu ber-irama. Se­bagai contoh, nafas kita, detak jantung, dan pulsasi semuanya berulang dan berirama.

Terapi musik adalah terapi yang universal dan bisa diteri­ma oleh semua orang karena kita tidak membutuhkan kerja otak yang berat untuk mengin­terpretasi alunan musik. Terapi musik sangat mudah diterima organ pendengaran kita dan kemudian melalui saraf pen­dengaran disalurkan ke bagian otak yang memproses emosi (sistem limbik).

Pengaruh musik yang be­sar bagi pikiran dan tubuh kita. Contohnya, ketika Anda mendengarkan suatu alunan musik (meskipun tanpa lagu), seketika Anda bisa merasakan efek dari musik tersebut. Ada musik yang membuat Anda gembira, sedih, terharu, terasa sunyi, semangat, mengingat­kan masa lalu dan lain-lain.

Salah satu figur yang paling berperan dalam terapi musik di awal abad ke-20 adalah Eva Vescelius yang banyak mem­publikasikan terapi musik le­wat tulisan-tulisannya. Ia per­caya bahwa objek dari terapi musik adalah melakukan pe­nyelarasan atau harmonisasi terhadap seseorang melalui vibrasi. Demikian pula dengan Margaret Anderton, seorang guru piano berkebangsaan Inggris, yang mengemukakan tentang efek alat musik (khusus untuk pasien dengan kendala psikologis) karena hasil peneli­tiannya menunjukkan bahwa timbre (warna suara) musik dapat menimbulkan efek tera­peutik. Musik tak hanya dian­dalkan jadi pembangkit sua­sana hati ketika Anda galau dan sakit hati saja. Ternyata, setiap alunan musik yang didengar juga bisa memberikan manfaat untuk kesehatan.

Dilansir Huffingtonpost, Senin 15 Juni 2015 ahli saraf telah menemukan bahwa mendengarkan musik menin­ggikan emosi positif melalui otak. Merangsang dopamin se­hingga dapat membuat Anda merasa lebih baik bahkan membuat Anda merasa gem­bira. Secara khusus para penel­iti menemukan, musik dapat membantu pasien selama pe­mulihan pasca-operasi. Peneliti juga menyimpulkan kekuatan musik pada kesehatan jauh lebih ampuh daripada obat-obatan.

Pada dasarnya hampir se­mua jenis musik bisa diguna­kan untuk terapi musik. Na­mun kita harus tahu pengaruh setiap jenis musik terhadap pikiran. Setiap nada, melodi, ritme, harmoni, timbre, ben­tuk dan gaya musik akan mem­beri pengaruh berbeda kepada pikiran dan tubuh kita. Dalam terapi musik, komposisi musik disesuaikan dengan masalah atau tujuan yang ingin kita ca­pai.

Musik sangat mempen­garuhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian pent­ing yaitu beat, ritme, dan har­mony. Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh.

Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cend­erung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan “head banger”, suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah.

Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Per­asaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar neg­eri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu peny­embuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme san­gat mempengaruhi jiwa manu­sia.

Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang mem­buat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmo­ny yang membawa roh manu­sia masuk ke dalam alam peny­embahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam di sekelil­ingnya. Terapi Musik yang efek­tif menggunakan musik dengan komposisi yang tepat antara beat, ritme dan harmony yang sesuaikan dengan tujuan di­lakukannya terapi musik. Jadi memang terapi musik yang efektif tidak bisa menggunakan sembarang musik.. (*)

======================================
======================================
======================================