Untitled-5Sering terganggu nyeri di bagian otot? Otot yang bermasalah bisa bikin pergerakan tubuh tidak leluasa. Olahraga berlebihan bukanlah pemicu satu-satunya. Gangguan pada otot bisa disebabkan banyak hal.

Oleh : RIFKY SETIADI
Email: [email protected]

Nyeri sendi dan otot sering terdengar dike­luhkan orang. Bukan cuma usia lanjut, tak sedikit orang muda mengeluh sendi dan atau ototnya nyeri. Tak mudah mengetahui pe­nyebab utamanya, karena penye­babnya lebih dari satu. Tentunya hal ini tidak bisa diabaikan karena bisa jadi penyebabnya bukan pros­es menua, melainkan proses penya­kit yang lebih memerlukan perha­tian lebih.

Otot merupakan sebuah kes­atuan, alat gerak bagi bagian dari komponen motor tubuh kita. Tan­pa motor yang berfungsi normal, tubuh kita tak leluasa melakukan mobilitas. Percuma jantung dan otak masih bugar jika motor peng­gerak tubuh sudah lumpuh. Salah satu unsur penggerak utama motor tubuh, adalah sendi dan otot. Rasa nyeri menghalangi tubuh bisa lel­uasa bergerak, atau digerakkan.

Sebab itu, jika muncul keluhan nyeri otot, organ ini tidak bisa dip­isahkan, atau dipilah-pilah. Rasa nyeri pada kedua organ itu meru­pakan sebuah tanda, bahwa ada yang kurang beres di area tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya, tidak cukup hanya di kamar praktik dokter. Terlebih dokter memerlu­kan bantuan pemeriksaan dengan alat, atau pemeriksaan lain. Alat pencitraan misalnya. Umumnya, dan penyebab paling sering, sendi mengalami gangguan oleh penyakit sejenis encok. Kita tahu encok send­iri beragam. Ada puluhan jenis en­cok. Satu yang paling sering, encok sebab kelainan darah (otoimun).

Baca Juga :  Inilah Jenis Roti Terbaik untuk Penderita Kolesterol

Encok otoimun disebabkan karena ada yang salah dalam darah yang bersifat diwariskan. Terben­tuk zat anti (antibody) dalam darah yang merusak sendinya sendiri. Kerusakan sendi oleh zat anti yang dibuat tubuh sendiri itulah yang menjadikan encok otoimun susah sembuhnya. Obat diperlukan se­bagai peredam agar proses peru­sakan sendi tidak berlanjut. Kita menyebutnya penyakit rheumatoid arthritis (RA).

Penyebab lainnya, gangguan sendi akibat pemakaian persend­ian yang kurang bijak. Beban yang dipikul persendian kelewat berat melebihi kemampuan memikul­nya. Persendian paling berat me­mikul tubuh ada dua. Sendi lutut dan sendi pinggang. Penyebab paling seringnya sebab alas kaki ti­dak cukup empuk untuk berperan sebagai shock absorbant, sebagai per tubuh. Makin keras alas kaki, makin keras benturan sendi lutut dan pinggang selama beraktivitas. Apalagi kalau akvitivitasnya lom­pat, loncat, berlari, jogging, selain bila berat badan berlebih.

Baca Juga :  Ingin Menambah Berat Badan Secara Sehat? Ini dia Makanan yang Perlu Diketahui

Orang Indonesia banyak yang sendi lututnya atau sendi pinggang­nya sudah bermasalah pada usia yang belum terlalu tua. Sekali lagi karena salah memakai kedua sendi itu. Salah posisi tubuh ketika men­gangkat barang berat, selain karena memilih alas kaki yang tidak empuk. Kelainan sendiri akibat beban berat tergolong encok jenis osteoarthri­tis (OA). Yang ini sukar dipulihkan karena persendian sudah telanjur cedera. Bila kondisinya sudah begi­tu, biasanya ditandai dengan gejala dan keluhan nyeri selama melaku­kan pergerakan tubuh, jangan dia­baikan. Lakukan upaya pencegahan agar kerusakan sendi tidak bertam­bah parah. Caranya memilih alas kaki empuk, mengurangi beban pada kedua persendian itu, dan mi­num obat antiradang sendi, untuk memulihkan peradangan sendi yang sudah telanjur terjadi.

Gangguan persendian lain dise­babkan karena asam urat berlebih dalam darah. Kelebihan asam urat membentuk kristal urat yang ter­sangkut di persendian. Kristal urat layaknya jarum renik ini yang men­imbulkan rasa nyeri saat menusuk-nusuk di sendi. Mengabaikannya akan buruk pengaruhnya pada gin­jal selain pada sendi sendiri. (*)