IMG_20150730_125849BOGOR TODAY – Rapor merah wajib diberikan untuk polisi di Bogor. Mereka lamban menan­gani kasus penganiayaan terha­dap Kepala SMK Global Nusan­tara, Assyuro, yang hingga kini masih sekarat di RSUD Kota Bo­gor. Padahal, bukti keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian su­dah jelas mengarah bahwa pen­ganiaya korban adalah oknum sopir SD Budi Mulya Kota Bogor.

Kanit Reskrim Polsek Bogor Utara, AKP Bambang Gunadi, membantah, jika pihaknya lam­ban bergerak. Menurutnya, p masih menunggu hasil visum dari rumah sakit tempat kor­ban memeriksa. “Kami masih menunggu visum dari rumah sakit azra karena korban periksa visum disana,” ujarnya

Baca Juga :  Program Otsuka Blue Planet Edukasi Masyarakat Tanggulangi Sampah

Bambang juga menambah­kan sudah banyak saksi-saksi yang diperiksa pihaknya hanya tinggal visum untuk menguat­kan. “Kami sudah periksa 7 orang untuk memberikan kes­aksian terkait penganiayaan ibu Asyuro,” bebernya.

Lebih lanjut, mengenai ad­anya dugaan intervensi dari kalangan atas pihak kepolisian pihaknya tidak mau berkomen­tar banyak. “Kalau orang kenal sama orang itu hal biasa kita enggak bisa melarang, yang penting kasus ini tidak terpen­garuh oleh hal itu. Dan pemer­iksaan akan terus berjalan seb­agaimana mestinya,” lanjutnya.

Pelaku penganiayaan dik­etahui bernama Dedi Setiawan, supir jemputan sekolah milik perorangan yang biasa mengan­tarkan sejumlah siswa SD Budi Mulya Bogor. “Iya memang ada yang namanya Dedi, tapi dia hanya supir diluar, tidak ada hubunganya dengan kami,” bantah Kepala Sekolah SMA Budi Mulya, Cecilia Monica Hen­drawati, kemarin. “Kami tidak punya mobil dan sopir, itu supir antar jemput yang diantaranya ke sekolah Budi Mulya,” kata dia. “Itu kaitannya sama yang pu­nya mobil, saya tidak tahu, kalau SMA tidak tahu menahu,” tan­dasnya.

Baca Juga :  Donor Darah dan Senam Sehat Meriahkan HUT ke-21 Partai Demokrat Kota Bogor

(Guntur Eko Wicaksono)