lampu-jalanBOGOR TODAY – Target pendapatan pajak Peneran­gan Jalan Umum (PJU) meleset jauh. Dari target Rp23 miliar, Dinas Kebersihan dan Perta­manan (DKP) hanya meraup Rp6 miliar. Artinya, masih ada Rp17 miliar yang kini tak terkejar.

Kabid Penerangan Ja­lan Umum (PJU) Kota Bogor, Wawan Gunawan, mengatakan (PJU) tahun 2015 masih defisit sekitar Rp 17 miliar dari yang ditargetkan. Menurutnya, tar­get Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun 2015 sebesar Rp 23 miliar, sementa­ra pengeluaran, untuk kegiatan pembangunan dan pemeli­haraan mencapai Rp 40 miliar. “Disini pengeluaran lebih besar di banding pemasukan dari pa­jak PJU itu sendiri, artinya ma­sih defisit sebesar Rp 17 miliar, sehingga untuk kekurangannya disubsidi oleh Pemkot Bogor,” kata dia.

Baca Juga :  Tirta Pakuan Terapkan Prinsip Tata Kelola Perusahaan (GCG)

Menurut Wawan, untuk kegiatan pembangunan dan pemeliharaan PJU setiap tahun itu, idealnya bisa tercukupi dari pendapatan pajak PJU.

Diakui Wawan, dalam pen­gelolaan PJU Kota Tangerang Selatan lebih baik diband­ing dengan Kota Bogor. “Di Tangerang Selatan pendapatan pajak PJU melebihi pengeluara­annya. Karena pajak PJUnya mencapai Rp72 miliar sedang­kan pengeluaraan untuk keg­iatan pembangunan dan peme­liharaan hanya sebesar Rp 40 miliar,” jelasnya.

Baca Juga :  Kadin dan Pemkot Bogor Bahas Anggaran Pokir DPRD Harus Transparan

Wawan menjelaskan, PAD pajak PJU di Kota Bogor diatur di Perda Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Pajak Penerangan Ja­lan (PPJ).

“Rekening listrik yang ha­rus dibayarkan ke PLN ham­pir sebesar 20 miliar perbu­lan, dari pembayaran itu kita mendapatkan 3 persen untuk pajak PJU. Dan pendapatan pa­jak PJU tahun ini hanya menca­pai Rp 23 miliar,” jelasnya.

Untuk menyeimbangkan antara pendapatan dan pengel­uaran, saat ini pihaknya sedang mengkaji untuk mengusulkan revisi Perda Nomor 5 Tahun 2015, salah satunya mengusul­kan pendapatan dari pajak PJU bisatembus lima persen.

(Gun­tur Eko Wicaksono)