Untitled-4ASTANA, Today – Untuk pertama kalinya, panggung utama Liga Champions akan digelar di Kazakhstan. Ini tidak lepas dari tampilnya FC Astana di fase grup kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Sejarah Astana sebagai sebuah klub sendiri tidak bisa dibilang panjang. Berdiri pada tahun 2009 dengan nama Lokomotiv Astana, klub berjuluk The Blue and Yellows itu berubah nama menjadi FC Astana dua tahun kemudian.

Dengan sokongan Kazakhstan Temir Zholy, perusahan kereta api Kazakhstan, Astana pun menjelma menjadi raksasa di negaranya. Mereka mampu membangun Astana Arena yang resmi dibuka pada 3 Juli 2009.

Baca Juga :  NPCI Dukung Atlet Paralympic Raih Juara Umum pada Paperda VI Jabar

Astana Arena terbilang megah dengan kapa­sitas yang cukup untuk menampung 30.000 penonton. Stadion yang menelan biaya 185 juta dolar AS itu juga menggunakan rumput sintetis untuk lapangannya.

Astana tidak hanya menjadi tim Kazakh­stan pertama yang tampil di fase grup Liga Champions, tetapi juga menjadi tim dengan kandang terjauh di antara peserta-peserta lainnya musim ini. Kandang Astana berada di Timur jauh Eropa dan membuat tim yang berada satu grup dengan mereka, Atletico Madrid, Benfica, dan Galatasaray, menempuh perjalanan jauh.

Sebagai gambaran, Atletico akan menempuh perjalanan sejauh 5.700 km dari Madrid ke As­tana. Jauhnya perjalanan Atletico masih “lebih baik” ketimbang Benfica yang harus menempuh perjalanan sejauh 6.180 km.

Baca Juga :  NPCI Dukung Atlet Paralympic Raih Juara Umum pada Paperda VI Jabar

Kamis (1/10) dinihari WIB, Astana akan tampil menghadapi Galatasaray. Kapten Gala­tasaray, Selcuk Inan, menyebut bahwa timnya tidak asing dengan klub-klub asal Kazakhstan, termasuk Astana. Meski berstatus debutan, Astana disebut Inan bakal sulit untuk ditakluk­kan.

“Benfica saja kesulitan untuk menundukkan mereka. Kami juga akan kesulitan. Jadi, untuk bisa memenangi laga, kami harus bekerja sama kerasnya dengan mereka,” kata Inan di situs resmi UEFA.

(Adil | net)