Jangan Pernah Ragukan Imunisasi

  1. Memperkecil Kemungkinan

Terjadinya Penyakit Menular Dengan memberikan Imunisasi pada sang Bayi, maka Anda sudah menambah jumlah manusia yang memiliki kekebalan tubuh tinggi terhadap penyakit. Sehingga apa­bila jumlahnya semakin banyak, kemungkinan besar sangat sedikit penyakit menular yang masih berkeliaran di luar sana. Tentunya sebagai Orang Tua bisa bernafas lega karena Anda tidak perlu kha­watir dengan Anak Anda yang hobi bermain di luar atau bersosial den­gan yang lainnya.

  1. Meningkatkan Kesehatan Nasional

Manfaat Imunisasi ini selain bisa menghindarkan para bayi dan anak-anak dari penyakit menular juga bisa meningkatkan taraf kesehatan nasional. Semakin banyak anak yang sudah diberikan imunisasi maka akan semakin memperke­cil penyakit untuk menyebar di­manapun termasuk taraf nasional. Apabila Imunisasi ini dibudayakan oleh semua orang maka bukan ti­dak mungkin jika mereka pun yang belum di Imunisasi secara lengkap bisa merasa aman dari penyakit tersebut.

Frengky kembali meguraikan, begitu besar manfaat Imunisasi un­tuk bayi dan anak, sebetulnya ma­syarakat tak perlu meragukan lagi tentang imunisasi ini. Boleh saja Anda masih ragu dan takut efek sampingnya karena memang Imu­nisasi menggunakan obat-obatan yang bersifat kimia, akan tetapi ada baiknya mengkonsultasikan per­masalahan ini dengan para dokter ataupun ahli kesehatan. “Nantinya anda bisa mendapatkan penjelasan yang baik dan anak juga tidak ter­lambat dalam pencegahan penya­kit,” tegasnya.

BACA JUGA :  Sering Kram Kaki? Waspadai 7 Penyakit Ini sebagai Penyebabnya

Kenali lebih dulu jenis Imunisasi

Dalam melakukan imunisasi bagi anak para ibu dan ayah hen­daknya lebih baik mengenali lebih dulu beberapa jenis imunisasi. Ada 2 jenis imunisasi, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Berikut ini akan diuraikan arti dan perbedaan kedua jenis imunisasi tersebut. Ber­bagai jenis vaksin yang dikemuka­kan di atas bila diberikan pada anak anda merupakan contoh pembe­rian imunisasi aktif.

Dalam hal ini tubuh anak akan membuat sendiri zat anti setelah suatu rangsangan antigen dari luar tubuh, misalnya rangsangan virus yang telah dilemahkan pada imu­nisasi polio atau imunisasi campak. Setelah rangsangan ini kadar anti dalam tubuh anak akan mening­kat, sehingga anak menjadi imun atau kebal. “Jelaslah bahwa pada imunisasi aktif, tubuh anak sendiri secara aktif akan menghasilkan zat anti setelah adanya rangsangan vak­sin dari luar tubuh.” Terangnya Dr Frengky.

BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Sedangkan, berlainan dengan imunisasi pasif. Dalam hal ini imu­nisasi dilakukan dengan penyun­tikan sejumlah zat anti, sehingga kadarnya dalam darah akan menin­gkat. Zat anti yang disuntikkan tadi biasanya telah dipersiapkan pem­buatannya di luar tubuh anak, mis­alnya zat anti yang terdapat dalam serum kuda yang telah dimurnikan.

“Jadi pada imunisasi pasif, ka­dar zat anti yang meningkat dalam tubuh anak itu bukan sebagai hasil produksi tubuh anak sendiri, tetapi secara pasif diperoleh karena sun­tikan atau pemberian dari luar tu­buh.” Ujar dia. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================